Prosesi palebon I Gusti Ayu Badri berlangsung khidmat. Ribuan orang mengiring upacara penghormatan terakhir untuk ibunda anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Darma Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra), tersebut.
Iring-iringan jenazah dengan sarana bade badma dan lembu putih berangkat dari Griya Seba Sari atau rumah duka di kawasan Jalan Cok Agung Tresna menuju Setra Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Minggu (13/9/2026). Prosesi tersebut juga diiringi Tari Kinara Kinari hingga gamelan baleganjur.
Pantauan detikBali, Rai Mantra terlihat sibuk untuk memberikan perpisahan terakhir kepada ibu tercinta. Saat prosesi pembakaran tiba, mantan wali kota Denpasar itu lantas menyulutkan api sebelum kompor pembakaran dinyalakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ini (ngaben), abu ibu di bawa ke Sanur untuk dilarung," ujar Rai Mantra.
"Astungkara lancar, terima kasih doanya," imbuhnya.
I Gusti Ayu Badri merupakan ibu Rai Mantra sekaligus istri dari almarhum gubernur Bali periode 1978-1988, Prof Ida Bagus Mantra. Ia meninggal dunia pada usia 97 tahun di RS Bros, Denpasar, Bali, Sabtu (5/9).
I Gusti Ayu Badri melewati masa senjanya dengan rajin membaca koran berita dan berjemur di tengah perawatan yang dijalani. Perempuan kelahiran 19 Juni 1929 itu juga dikenal sebagai salah satu guru pertama di SMP Negeri 1 Denpasar.
Sang cucu, Ida Bagus Ngurah Sidhayatra Wijaya Mantra atau Tugus Rai Mantra, turut mengantar neneknya ke rumah sakit. Menurut Tugus, neneknya pagi itu mengalami sesak napas.
"Setelah tiba di rumah sakit, almarhum sempat mendapatkan perawatan di ICU selama beberapa jam," ujar Tugus yang juga putra dari Rai Mantra, Minggu (6/9).
"Kondisi beliau kemudian menurun dan akhirnya dinyatakan telah berpulang," imbuhnya.
Bagi Tugus, neneknya merupakan sosok panutan yang memberikan teladan untuk anak-anak hingga cucu-cucunya. Menurutnya, sang nenek juga mengajarkan pentingnya kedisiplinan. "Sosok beliau akan selalu menjadi panutan dan teladan bagi keluarga," ujar Tugus.