detikBali

Pemancing Asal Jember Tewas Tenggelam di Tukad Badung Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemancing Asal Jember Tewas Tenggelam di Tukad Badung Denpasar


Sui Suadnyana, Firizqi Irwan - detikBali

Personel Basarnas Bali bersama warga mengevakuasi jenazah pemancing di Tukad Badung, tepatnya di sekitar jembatan merah Banjar Buagan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Sabtu (12/9/2026). (Dok. Polresta Denpasar)
Foto: Personel Basarnas Bali bersama warga mengevakuasi jenazah pemancing di Tukad Badung, tepatnya di sekitar jembatan merah Banjar Buagan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Sabtu (12/9/2026). (Dok. Polresta Denpasar)
Denpasar -

Pemancing asal Jember, Jawa Timur (Jatim), M Fahrur Rajikin, tewas akibat tenggelam di Tukad Badung, Denpasar, tepatnya di sekitar jembatan merah Banjar Buagan, Desa Pemecutan Klod, Denpasar, Sabtu (12/9/2026).

Fahrur dikabarkan tenggelam sekitar pukul 14.00 Wita. Tim rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali yang melakukan pencarian menemukan Fahrur sudah tak bernyawa pukul 17.35 Wita atau sekitar tiga jam lebih saat korban dikabarkan terjatuh.

"Kami terima informasi pukul 15.50 Wita oleh warga. Lalu kami melakukan pencarian dan menemukan korban setengah 6 sore," ujar Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencarian sempat dilakukan dengan mengukur kedalaman air hingga akhirnya tim turun menggunakan alat selam. Dua anggota menyusuri sekitar lokasi tempat Fahrur pertama kali memancing dan terjatuh ke sungai.

ADVERTISEMENT

Jenazah Fahrur kemudian dievakuasi petugas bersama warga dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngurah menggunakan mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar.

Penyelidikan Polisi

Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Barat menyelidiki kematian Fahrur. Berdasarkan penyelidikan polisi, Fahrur awalnya datang ke Tukad Badung untuk memancing bersama dua rekannya bernama Agus Arif Afandi (25) dan M Sodiq (44).

Menurut Adi, Fahrur, Agus, dan Sodiq mengambil titik berbeda saat memancing di lokasi. Sodiq memancing di pinggir sungai, Agus dari atas jembatan, dan Fahrur berada di bawah jembatan.

Agus kemudian melihat Fahrur membuka topi, baju, dan menaruh tasnya di atas batu. Fahrur lantas melompat ke sungai sambil melambaikan tangan dan tersenyum.

"Saksi mengira korban bisa berenang. Namun, tidak berselang lama, korban tenggelam ke bawah dan tidak muncul lagi," terang Adi.

Agus dan Sodiq kemudian melompat ke sungai dan menyelam untuk mencari Fahrur. Namun, mereka tak menemukan Fahrur. Fahrur akhirnya ditemukan tewas oleh Basarnas Bali.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads