Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meminta pihak kontraktor megaproyek Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan untuk mendahulukan pengerukan pintu masuk kolam labuh sebelum groundbreaking. Hal ini disampaikannya demi kelancaran aktivitas nelayan setempat.
Menurut Kembang, sedimentasi dan pendangkalan di pintu kolam labuh selama ini menyulitkan nelayan saat keluar masuk. Akibat keterlambatan kapal bersandar dan menimbang hasil tangkapan, kualitas ikan berpotensi menurun hingga memicu kerugian bagi para nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak nelayan yang komplain ke kami langsung. Di sana ada pendangkalan, sedimentasi, supaya dikeruk sehingga kapal-kapal yang selama ini sulit masuk bisa masuk," ungkap Kembang dalam sosialisasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ballroom Gedung Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (10/9/2026).
Selain masalah alur pelayaran, Kembang mengingatkan pemenang tender megaproyek senilai Rp 1,2 triliun tersebut untuk mengantisipasi risiko banjir di sekitar kawasan pelabuhan melalui perencanaan drainase yang matang.
"Banjir bagaimana, karena lingkungan di sana rawan banjir dan sudah dijelaskan secara teknis. Mereka sudah paham betul situasinya sehingga nanti aliran banjir itu bisa ditangani," katanya.
Kembang juga menekankan pentingnya pelibatan tenaga kerja lokal asal Jembrana dalam pengerjaan proyek strategis ini. Menurutnya, keberadaan proyek berskala besar harus mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat setempat.
"Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling penting bagaimana dampak ekonomi, multiplier effect, terhadap keberadaan proyek ini," tegas Kembang.
"Akan banyak sekali terbangun pabrik, dibutuhkan tenaga kerja, akan dibutuhkan banyak sekali orang datang. Tentu kita melihat potensi itu dan seterusnya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala PPN Pengambengan Kartono menjelaskan bahwa proyek pengembangan PPN Pengambengan dianggarkan sekitar Rp 1,2 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri Islamic Development Bank (IsDB).
Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 (IFP-IFM). Penandatanganan kontrak pekerjaan fisik telah dilakukan di Jakarta pada 7 Agustus 2026 oleh pelaksana konstruksi CRBC-NINDYA Joint Operation (JO).
"Groundbreaking atau peletakan batu pertama direncanakan dilaksanakan pada 29 September 2026. Ini menandai dimulainya pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan," kata Kartono.
Kartono menambahkan PPN Pengambengan dipilih karena memiliki posisi strategis di selatan Bali serta potensi perikanan yang melimpah. Nantinya, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi pusat perikanan tangkap modern dan terintegrasi, sekaligus menampung limpahan aktivitas perikanan dari Pelabuhan Benoa.
Mengingat statusnya sebagai PSN dengan pembiayaan pinjaman luar negeri berjangka pengembalian 11 tahun, Kartono menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh dari berbagai pihak.
"Kami berharap dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, kontraktor, pihak pemberi pinjaman, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memperlancar pelaksanaan proyek," harap Kartono.