detikBali

Wamenko Pangan Lihat Siswa SDN 5 Pedungan Belajar Kelola Sampah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wamenko Pangan Lihat Siswa SDN 5 Pedungan Belajar Kelola Sampah


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq melihat program Gema Pelita SDN 5 Pendungan, Denpasar, Kamis (10/9/2026).
Foto: Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq melihat program Gema Pelita SDN 5 Pendungan, Denpasar, Kamis (10/9/2026). (Rizki Setyo Samudero/detikBali)
Denpasar -

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq melihat langsung siswa SDN 5 Pedungan, Denpasar Selatan, Denpasar, Kamis (10/9/2026).

Para siswa berbaris membawa barang bekas yang akan ditimbang oleh pihak sekolah. Kegiatan ini merupakan program Bank Sampah Gema Pelita yang diinisiasi oleh SDN 5 Pedungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanif mengatakan hal ini dapat mengedukasi dan mengubah perilaku dalam penanganan sampah. Ia meyakini perlu waktu untuk berproses menjadi kebiasaan dalam memilah sampah organik dan anorganik.

"Adik-adik ini dapat kita harapkan menjadi langkah besar kita untuk membangun Bali yang benar-benar berkelas dunia dalam penanganan sampahnya," kata Hanif ditemui di SDN 5 Pedungan.

ADVERTISEMENT

Ia merasa kegiatan ini cukup penting untuk mengambil contoh dari implementasi penanganan sampah di sumber, penanganan sampah terpilah, yang telah dilakukan oleh Pemerintan Provinsi Bali, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung," jelasnya.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup itu berujar program ini dapat diimplementasikan merata di sekolah-sekolah lainnya.

Sementara itu, Kepala SDN 5 Pedungan Ni Made Suci Ningsih menambahkan program Gema Pelita ini merupakan program bank sampah rutin dilakukan setiap dua pekan sekali.

Sekolah melibatkan siswa kelas 6 untuk menjadi kader Gema Pelita. "Jadi nasabahnya siswa kelas 1 sampai kelas 6 ikut menabung sampah di bank sampah sekolah," ujar Suci.

Macam-macam sampah disalurkan oleh para siswa seperti kardus bekas, botol, plastik, kertas, yang kemudian ditimbang dan dimasukkan ke bank sampah milik sekolah.

Tabungan sampah ini, kata Suci, akan dikonversikan menjadi hadiah yang diberikan kepada siswa dengan tabungan sampah yang banyak.

"Ini kan dari kelas 1 sampai kelas 6. Di kelas 6 itu tamat dia bisa menarik uangnya. Kalau reward dari sekolah, ketika dia kenaikan kelas, kita mencari siswa yang terbanyak memiliki tabungan sampah, kita kasihkan reward dari sekolah, yang berkolaborasi dengan komite," ungkap Suci.

Suci mengatakan selama program ini berjalan dapa mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah sekitar 70-90 persen. Siswa juga mulai membawa botol minum pribadi.

"Bank sampahnya sudah 2018, gerakannya sudah dari lama dari 2015," tandas Suci.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads