Warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, resah dengan kemunculan drone misterius yang terbang di atas permukiman sejak sepekan terakhir. Drone tersebut biasanya terlihat mulai malam hingga menjelang subuh.
Perbekel Desa Gobleg I Made Suparsa mengatakan drone terpantau terbang sekitar pukul 22.30 Wita hingga 02.00-03.00 Wita. Namun belakangan, aktivitasnya mulai terlihat sejak sekitar pukul 20.30 Wita.
"Beberapa kali saya pantau itu, dia terbang di atas rumah warga. Seperti mengintai kalau bahasa saya. Terus kalau dilihat sama orang, dia terbang lari," kata Suparsa, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, terdapat dua drone yang terlihat terbang di wilayah Gobleg. Satu terbang lebih dekat dengan permukiman, sedangkan satu lainnya berada di kejauhan seperti mengawal.
"Kalau dilihat orang, dia terbang lari. Drone itu tidak sendiri. Ada yang mengawal di sebelah, ada yang dekat dan ada yang agak jauh," jelasnya.
Suparsa belum mengetahui pemilik maupun motif penerbangan drone tersebut. Namun, kemunculannya membuat warga resah, terlebih dalam periode yang berdekatan terjadi sejumlah kasus pencurian ayam aduan di Gobleg. Jumlah ayam yang hilang diperkirakan mencapai puluhan ekor.
Meski demikian, Suparsa menegaskan belum ada bukti yang mengaitkan drone dengan pencurian tersebut. Ia menyebut dugaan bahwa rumah yang dipantau drone kemudian menjadi sasaran pencurian masih sebatas analisa dan belum terbukti.
"Rumah yang diintai itu rumah yang mempunyai atau memiliki harta benda seperti itu. Tapi ini analisa, bukan saya menuduh," tegasnya.
Aktivitas drone, kata dia, juga terpantau hingga Desa Munduk dan Pedawa, Kecamatan Banjar. Persoalan tersebut telah disampaikan kepada kepolisian. Anggota Polsek setempat bahkan telah melakukan pemantauan pada malam hari.
"Sudah, termasuk semalam juga dari anggota Polsek ada naik. Dan Pak Kapolsek juga sedang memantau itu, cuma tindak lanjutnya seperti apa, bagaimana ini kami masih koordinasi. Termasuk ke Polda juga saya koordinasi sudah," ujarnya.
Suparsa mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan menjaga rumah serta harta benda masing-masing. Ia tidak menganjurkan ronda berkelompok karena khawatir rumah yang ditinggalkan justru menjadi sasaran pencurian.
Ia berharap kepolisian segera mengungkap siapa penerbang drone tersebut dan motif aktivitasnya.
"Saya menunggu arahan dari kepolisian, sebab mereka yang mempunyai kewenangan. Kalau kita di desa hanya mengantisipasi saja," tandasnya.
Simak Video "Video: Perampok yang Tewaskan Lansia di Bali Pakai Hasil Curian untuk Judol"
(nor/nor)