Kebakaran hebat melanda kawasan bibir Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, pada Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 10 stand bar berbahan kayu dan bambu milik warga ludes dilalap api hingga rata dengan tanah.
"Api muncul sekitar jam 4 pagi lewat dan sepuluh stand bar yang ada di sana terbakar. Penanganan baru rampung sejam kemudian setelah lima unit mobil pemadam diturunkan ke lokasi," kata Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Sabtu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini pertama kali diketahui oleh saksi bernama Rizal (21) yang sedang tertidur lelap di sekitar tempat kejadian. Pekerja Bar Bali Life tersebut mendadak terbangun sekitar pukul 03.30 Wita lantaran merasakan hawa panas menyengat dari kobaran api.
"Saksi kaget waktu bangun karena hawanya sudah panas sekali dan api di Bar Himawari ternyata sudah besar. Dia sempat ajak temannya menyiram pakai selang seadanya, cuma angin pantai kencang banget jadi apinya malah makin cepat menyebar," ujar Ayu.
Saat kejadian berlangsung, seluruh tempat usaha di pesisir pantai tersebut sedang tutup dan tidak ada aktivitas pengunjung. Lapak yang hangus terbakar meliputi Bar Pak Dera, Bar Ogok, Bar Paris, Bar Andre, Bar Tattoo, Bar Bali Life, Bar Tono, Bar Himawari, Bar Amertha, dan Bar Bamboo.
"Waktu petugas sampai di lokasi memang tidak ada CCTV, jadi tidak ada rekaman gambar saat api mulai menyala. Semua barang di sepuluh bar itu habis tidak ada yang tersisa, kalau total kerugiannya sampai sekarang masih dihitung," lanjutnya.
Dugaan awal menyebutkan percikan api timbul dari gangguan instalasi listrik di salah satu lapak. Material bangunan yang didominasi kayu dan bambu kering membuat si jago merah menyambar seluruh deretan bar dengan cepat.
"Dugaan sementara ada konsleting listrik di Bar Himawari yang jadi pemicu awalnya. Sekarang anggota Reskrim Polsek Kuta Utara masih selidiki kepastiannya, dan para pemilik bar sudah diarahkan untuk bikin laporan resmi," pungkas Ayu.