detikBali

Langganan Banjir, Warga Bantaran Sungai Candigara Klungkung Minta Tanggul

Terpopuler Koleksi Pilihan

Langganan Banjir, Warga Bantaran Sungai Candigara Klungkung Minta Tanggul


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Kondisi tanggul sungai Candigara di Dusun Bingin, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, yang rusak akibat banjir luapan, Minggu (9/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Foto: Kondisi tanggul sungai Candigara di Dusun Bingin, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, yang rusak akibat banjir luapan, Minggu (9/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Denpasar -

Warga bantaran sungai Candigara yang terdampak banjir luapan di Dusun Bingin, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, berharap dibuatkan tanggul. Kondisi talud yang roboh saat ini dikhawatirkan menimbulkan dampak lebih besar jika air sungai kembali meluap.

Pantauan detikBali di lokasi, pekarangan rumah warga di bantaran sungai Candigara mengalami kerusakan serius. Robohnya tanggul akibat tergerus luapan air sungai menyebabkan sebuah bangunan kamar mandi roboh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping reruntuhan kamar mandi, dua buah tiang Pelinggih yang hampir jatuh nampak diikat dengan tali. Sementara suasana pekarangan rumah warga korban banjir diwarnai kondisi sungai yang keruh, berbau, dan penuh sampah.

"Kami di sini langganan banjir. Setiap tahun kalau hujan besar pasti naik airnya. Sekarang tanggulnya roboh karena banjir seminggu lalu. Jadi semoga dibantu, minimal dibuatkan talud biar tidak habis pekarangan rumah kami," kata Komang Agus, warga bantaran sungai Candigara, Kusamba saat ditemui detikBali, Minggu (9/8/2026).

ADVERTISEMENT

Agus mengatakan kerusakan tanggul sungai terjadi setelah adanya pengerukan. Ia menduga getaran alat berat yang mengeruk tanah sungai saat pengerukan menyebabkan talud sungai mengalami keretakan.

Ia tak menampik kesalahan membangun di atas talud sungai. Namun jika sekiranya mereka tidak dibantu memperbaiki kamar mandi dan Pelinggih yang roboh, setidaknya tanggul yang rusak bisa segera dibangun.

"Ini saja taludnya. Karena kami khawatir setiap hujan besar datang," pinta Agus.

Agus sendiri mengenang kondisi sungai Candigara puluhan tahun lalu. Sebelum terjadi pendangkalan dan penuh sampah, dahulu sungai yang membentang di pekarangan rumahnya sangat bersih.

"Waktu kecil saya selalu mandi di sungai ini. Sekarang kondisinya seperti ini, keruh dan bau," paparnya.

Sementara itu, Plt Perbekel Kusamba Nengah Suriadi menerangkan sudah menampung permintaan warganya. Kendati memang warga melakukan kesalahan karena membangun di atas talud, namun membangun talud sungai adalah kewajiban pemerintah.

"Mengenai ini kami sudah melayangkan surat langsung ke Bapak Bupati. Karena bagaimanapun tanggulnya itu jebol karena banjir. Sehingga kewajiban pemerintah untuk membangunnya," ujar Suriadi.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Klungkung menyebabkan air sungau candigara meluap, Senin (27/7/2026) lalu. Akibatnya, air sungai menggerus tanggul dan merobohkan kamar mandi dan pelinggih warga.



(nor/nor)









Hide Ads