Menyambut HUT ke-81 RI, pemuda di Desa Tojan, Klungkung, Bali, mengibarkan bendera merah putih berukuran raksasa. Selain itu, mereka juga menyiapkan bendera kecil untuk dibagikan pada warga yang melintas di depan rumahnya. Hal itu merupakan tradisi yang terus dijaga di setiap bulan kemerdekaan.
Pantauan detikBali pada Kamis (6/8/2026), bendera merah putih berukuran 5x7,5 meter dengan tiang dari pipa setinggi 15 meter ini membentang mewarnai Banjar Jelantik Kuribatu, di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, Klungkung, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang di banjar Jelantik Kuribatu, rata-rata kami setiap tahun menaikkan bendera besar-besar. Bendera ini kami buat sendiri dengan biaya sendiri," kata Made Agus Angga Saputra, pemuda Desa Tojan yang mengibarkan bendera raksasa di depan rumahnya.
Angga menceritakan kemeriahan bulan kemerdekaan sebelum COVID-19 di desanya jauh lebih terasa. Di mana bendera dengan ukuran raksasa biasanya akan dipasang oleh hampir sebagian besar warga yang rumahnya di pinggir jalan raya.
Namun setelah COVID-19, jumlahnya berkurang. Itulah mengapa, ia bersama keluarga dan pemuda setempat tetap berupaya menjaga tradisi di Banjarnya.
"Tahun ini, saya tetap berupaya memasang bersama keluarga. Harapannya kami bisa tetap semangat menjaga semangat perjuangan para pendahulu kami. Kami terus berjuang bersama memajukan bangsa," jelas Angga.
Angga yang merupakan cucu seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari kakeknya. Itulah mengapa semangat juang dengan simbol mengibarkan bendera raksasa di depan rumah tetap ia pertahankan setiap bulan kemerdekaan.
Selain mengibarkan bendera, Angga juga menyiapkan ratusan bendera kecil untuk dibagikan pada warga yang melintas di depan rumahnya. Semuanya dibuat dengan anggaran pribadi.
"Ya, ini kami juga bagi-bagi bendera. Ukuran kecil buat di ikat di sepeda motor dan ada juga yang ditempel di mobil," ujarnya.