Dua kepala sekolah di Kabupaten Badung, Bali, menjadi sasaran penipuan melalui pesan WhatsApp bermodus mutasi aparatur sipil negara (ASN). Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung menegaskan tidak pernah meminta data pribadi, dokumen kepegawaian, maupun uang terkait proses mutasi pegawai.
Aksi penipuan ini pertama kali terungkap setelah dua kepala sekolah menerima pesan WhatsApp terkait mutasi ASN, baru-baru ini. Pesan tersebut memicu keresahan dan spekulasi di lingkungan sekolah.
Laporan mengenai pesan bodong itu awalnya diterima Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung. Dua kepala sekolah yang menerima pesan tersebut langsung melaporkannya untuk memastikan kebenaran informasi.
"Ada laporan dari dua kepala sekolah yang mendapatkan pesan WhatsApp seperti itu, lalu mereka langsung mengonfirmasinya ke dinas. Dalam pesan tersebut tidak menyebutkan Disdik, melainkan mengatasnamakan BKPSDM," kata Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, Senin (3/8/2026).
BKPSDM Badung menyatakan hingga kini belum menerima laporan resmi terkait dugaan penipuan bermodus mutasi ASN tersebut. Kepala BKPSDM Badung, I Wayan Putra Yadnya, mengaku belum mengetahui apakah ada ASN yang menjadi korban hingga dimintai uang. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Disdikpora Badung.
"Kami belum menerima laporan resmi dari sekolah maupun korban, namun BKPSDM tidak pernah memberikan informasi mutasi kepada oknum tertentu. Kami juga belum mengetahui apakah ada yang dimintai uang," ujar Putra Yadnya.
Maraknya upaya penipuan tersebut mendorong Disdikpora Badung mengeluarkan imbauan kepada seluruh ASN dan pejabat sekolah agar lebih waspada. Meski demikian, hingga kini pihaknya belum melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
Dinas mengingatkan para pejabat sekolah dan ASN untuk tidak mudah percaya terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
"Kami sudah arahkan para kepala sekolah serta rekan ASN di lingkungan Pemkab Badung untuk berhati-hati maraknya pesan palsu mutasi ASN ini. Jadi waspada ada yang mengatasnamakan BKPSDM maupun Disdikpora Kabupaten Badung. Jangan mau kalau ada yang minta data pribadi, dokumen kepegawaian, mengarahkan untuk menghubungi nomor tertentu," tegasnya.
Guna mencegah bertambahnya korban, ASN diminta saling mengingatkan di lingkungan kerja masing-masing. Verifikasi langsung kepada instansi resmi menjadi langkah utama agar tidak terjebak dalam modus kejahatan digital tersebut.
Simak Video "Video Trotoar di Badung Meledak, Polisi Temukan Dugaan Rembesan BBM"
(dpw/dpw)