detikBali

Ombak Besar Ancam Ritual di Goa Lawah, Pecalang Minta Warga Waspada

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ombak Besar Ancam Ritual di Goa Lawah, Pecalang Minta Warga Waspada


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Warga tengah melakukan upacara di Pantai Gowa Lawah, Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali.
Warga tengah melakukan upacara di Pantai Gowa Lawah, Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Pecalang Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, meminta masyarakat dan pamedek (umat yang sembahyang) untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaksanakan ritual keagamaan di pesisir Pantai Goa Lawah. Imbauan itu disampaikan menyusul gelombang tinggi dan kondisi cuaca laut yang tidak menentu.

Kawasan pesisir Pantai Goa Lawah menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan ritual keagamaan Hindu. Padatnya aktivitas warga di bibir pantai di tengah kondisi laut yang kurang bersahabat membuat aspek keselamatan menjadi perhatian serius petugas keamanan adat.

"Kondisi ombak belakangan ini cukup besar dan arusnya lumayan kencang. Kami minta para pamedek yang melangsungkan prosesi nganyut atau melukat agar selalu waspada, jangan terlalu ketengah, dan mengikuti petunjuk dari petugas," ujar Pecalang Desa Pesinggahan sekaligus penjaga pantai Goa Lawah, Wayan Alit, saat ditemui di pesisir Pantai Goa Lawah, Klungkung, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alit menjelaskan, meski aktivitas ritual berlangsung lancar, pengawasan di sekitar kawasan pantai kini diperketat. Pihaknya berulang kali memberikan imbauan secara langsung kepada warga yang berada terlalu dekat dengan garis pantai.

ADVERTISEMENT

Gelombang di kawasan Pantai Goa Lawah kerap membesar secara tiba-tiba, terutama saat air laut mulai pasang. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, belasan personel pecalang disiagakan secara bergiliran di sepanjang bibir pantai.

Pihaknya juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain terlalu dekat dengan hempasan ombak.

"Kami ingin seluruh rangkaian upacara warga berjalan lancar dan khusyuk, tapi keselamatan tetap yang paling utama. Jika ombak mendadak tinggi, kami tentu langsung meminta warga untuk mundur sebentar ke batas aman," tegas Wayan Alit.

Alit mengatakan imbauan tersebut penting mengingat pantai itu pernah memakan korban. Seorang warga yang tengah melaksanakan upacara, kata dia, pernah terseret ombak hingga ditemukan meninggal dunia.

"Jangan kejadian lagi. Juga hal-hal lain yang tidak kita inginkan bersama," pungkas Alit.



(dpw/dpw)









Hide Ads