Jembatan Perintis Garuda Rampung, Jadi Jalur Alternatif Bagi 100 Warga

Aryo Mahendro - detikBali
Rabu, 29 Jul 2026 23:30 WIB
Foto: Seorang warga melintas di jembatan Garuda Perintis dengan mengendarai motor, Rabu (29/7/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Gianyar -

Setelah dua bulan pengerjaan, akhirnya jembatan Garuda Perintis di Jalan Arwana, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, rampung. Meski tidak terlalu besar, jembatan baru itu jadi jalur alternatif bagi 100 warga Desa Saba yang bermukim di Jalan Adegan.

"Tadi diresmikan pukul 13.00 Wita. Ada Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Pangdam 9 Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto yang meresmikan," kata Pemangku Adat Desa Saba Nyoman Suardana ditemui detikBali di dekat jembatan, Rabu (29/7/2026).

Suardana mengatakan pembangunan jembatan itu adalah ide dari Kodam 9 Udayana yang dibantu masyarakat sekitar. Dua pihak itu juga menyediakan material bangunan dan pendanaannya.

Panjang jembatannya sekitar 10 meter dan lebarnya 3 meter. Jembatan itu menghubungkan Jalan Arwana dan Jalan Adegan di Desa Saba. Sebanyak 100 warga, termasuk beberapa warga asing yang tinggal di vila, di wilayah Jalan Adegan itu.

"Jalan sering dilewati. Ada 100 warga yang tinggal di sana. Ada vila yang dihuni bule," kata Suardana.

Suardana mengatakan, sebelum ada jembatan, akses penghubung antara dua wilayah di Desa Saba itu hanya berupa jalan yang terbuat dari urukan tanah dan pondasi. Akses penghubung lama itu melintang memotong aliran sungai di bawahnya.

Sekira 10 tahun lalu, akses penghubung itu jebol. Sebabnya, tergerus arus derasnya aliran sungai yang meluap akibat hujan deras.

"Dulu bekas jalan biasa seperti urukan tanah yang ada pondasinya. Sekitar 10 tahun lalu jebol kena arus sungai yang meluap dan deras akibat hujan," katanya.

Piek Budyakto mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional. Tujuannya, menghadirkan infrastruktur untuk membantu masyarakat desa mengatasi persoalan aksesibilitas.

"Program strategis nasional salah satunya membangun jembatan untuk keperluan masyarakat di desa. Ini penting bagi kami untuk membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat," kata Piek Budyakto.

Piek mengatakan, jembatan baru itu bukan kontribusi terakhir ke masyarakat. Sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat akan terus dilakukan untuk mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

"Kodam IX/Udayana mendukung program Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk memecahkan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat," katanya.



Simak Video "Video Longsor Tutup Akses Jalan Utama Klungkung-Gianyar Bali"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork