Luapan air sungai Candigara merendam pemukiman warga di wilayah Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. Akibatnya sebuah bangunan kamar mandi warga roboh dan jalan penghubung putus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung mencatat setidaknya ada 20 KK yang terdampak.
"Hujan sejak Minggu (26/7) malam hingga Senin (27/7) dini hari menyebabkan luapan air sungai. Ada sekitar 20 KK yang rumahnya tergenang air dan satu warga yang rumahnya di sepadan sungai, kamar mandinya rubuh," kata Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada kepada detikBali, Selasa (28/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain intensitas air hujan yang tinggi, luapan air sungai disebabkan oleh adanya pembangunan perumahan yang mempersempit saluran sungai. Setelah turun melakukan pengecekan, ia memastikan meminta pihak Badan Wilayah Sungai (BWS) untuk meminta melakukan pembongkaran.
"Karena memang setelah kami tinjau menyalahi aturan," terang Widiada.
Selain itu, kebiasaan warga membuang sampah di sungai juga masih jadi penyebab adanya penyumbatan. "Memang tidak kita pungkiri hal ini juga disebabkan oleh masih adanya sampah yang dibuang warga ke sungai," imbuh Widiada.
Adapun warga terdampak dipastikan tidak mengalami kerugian materil akibat genangan air. Karena luapan air langsung surut begitu hujan reda. Adapun jalan yang putus akan diperbaiki menggunakan anggaran pemeliharaan di Dinas PUPR.
Sementara untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan, pihaknya masih melakukan peninjauan. Karena diketahui rumah tersebut di bangun di sepadan sungai.
"Jadi memang posisi rumahnya menyalahi aturan. Jadi itu menjadi pertimbangan kita," terangnya.
Sementara itu, Perbekel Kusamba, I Nengah Semadi Adnyana, menerangkan luapan sungai menggenangi pemukiman warga di wilayahnya. "Luapan Tukad Candigara menggerus pondasi sampai bangunan kamar mandi rumah milik warga kami, I Komang Juniarta di Dusun Bingin, roboh terseret arus. Kerugiannya sekitar Rp 10 juta," ungkap Semadi.
Tak berhenti di situ, ganasnya luapan sungai juga merobohkan tempat ibadah warga yang berada tepat di pinggir bantaran.
"Satu bangunan pelinggih Surya milik I Wayan Merta yang lokasinya di bibir sungai juga roboh total diterjang luapan air. Kami sudah melaporkan ke BPBD Klungkung untuk asesmen," jelasnya.
Dampak luapan air dan tingginya intensitas hujan juga memicu longsor parah di Desa Pesinggahan. Badan jalan desa di Sangluh, Dusun Sukahati, tergerus hingga lapisan aspalnya ambrol. Akibatnya, akses jalan menuju permukiman 10 kepala keluarga (KK) sempat putus total.
Perbekel Pesinggahan, Nyoman Suastika, menegaskan pihak desa bergerak cepat berkoordinasi dengan warga agar akses yang terisolir bisa segera tersambung kembali.
"Kerusakan panjangnya sekitar 10 meter. Kami sudah rapat dan siap mendanai perbaikannya secara gotong royong, dibantu juga oleh aparat Polsek Dawan," ujar Suastika.
Sebagai langkah penanganan darurat, perbaikan jalan difokuskan agar bisa segera dilalui kendaraan warga. "Sementara kita pasang batu, ditambah urugan, lalu dirabat beton. Yang penting akses warga yang terisolir bisa tersambung dulu," tegasnya.