detikBali

Kritik Menohok soal MotoGP, Marc Marquez: Kayak Robot

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Kritik Menohok soal MotoGP, Marc Marquez: Kayak Robot


Kris FW - detikBali

LOMBOK, INDONESIA - OCTOBER 02: Marc Marquez of Spain riding a Ducati Lenovo Team during the press scrum ahead of the MotoGP of Indonesia at Pertamina Mandalika Circuit on October 02, 2025 in Lombok, Indonesia. (Photo by Gold & Goose Photography/Getty Images)
Marc Marquez. (Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography)
Denpasar -

Marc Marquez kembali melontarkan kritik menohok terkait perkembangan motor MotoGP modern. Marquez menilai motor MotoGP saat ini lebih terasa seperti dikendarai robot karena terlalu bergantung pada cara kerja perangkat aerodinamika.

"Motor yang paling saya nikmati adalah motor pada 2014, 2015, dan 2016, saat belum ada aerodinamika. Sekarang memang motor ini sangat menyenangkan dikendarai, tapi lebih seperti gaya berkendara robot," kata Marquez dalam wawancara dengan Bike World, dikutip dari detikSport, Minggu (26/7/2026).

MotoGP memang mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir, terutama pada sektor aerodinamika dan ride height device. Teknologi tersebut membuat motor semakin cepat, tetapi juga mengubah karakter balapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marquez menilai para pembalap saat ini harus mengikuti apa yang diinginkan aerodinamika. Menurutnya, pembalap yang memaksakan gaya balap sendiri akan kehilangan waktu karena motor malah jadi melambat.

"Anda harus mengikuti apa yang diinginkan aerodinamika dan Anda tidak bisa lagi mengalahkan karakter motor itu. Kalau Anda memaksa motor keluar dari batasnya, Anda justru melawan aerodinamika dan akhirnya menjadi lebih lambat," imbuh juara dunia MotoGP tujuh kali itu.

ADVERTISEMENT

Marquez lantas membandingkannya dengan motor MotoGP era 2014-2016. Saat itu, dia berujar, para pembalap masih bisa membuat perbedaan melalui kemampuan mengendalikan motor di luar batas normal.

"Pada 2014, 2015, dan 2016 tanpa aerodinamika, kalau Anda memaksa motor, justru bisa lebih cepat karena motor mulai sliding dan ban depan mulai kehilangan grip. Saat itu kita sering melihat penyelamatan luar biasa (save)," kata Marquez.

"Sekarang sudah tidak lagi. Masalahnya, downforce yang kami miliki sekarang memberikan tekanan sangat besar ke ban depan. Ketika ban depan mulai kehilangan grip, ban itu tidak pernah kembali," imbuhnya.

Marquez mengeklaim pendapat tersebut bukan karena dirinya pernah membela Honda maupun kini mengendarai Ducati. Baginya, perbedaannya murni terletak pada karakter motor MotoGP saat ini.

"Motor yang saya kendarai saat di Honda... tapi ini bukan karena saya lebih menikmati Honda atau Ducati. Ini murni soal karakter motornya," ujarnya.

Diketahui, kritik Marquez itu sejalan dengan perubahan regulasi MotoGP 2027. Mulai musim depan, level aerodinamika akan dikurangi, sementara ride height device akan dihapus sepenuhnya.

Regulasi baru itu diharapkan membuat balapan kembali lebih kompetitif dan memberi ruang lebih besar bagi kemampuan pembalap untuk menjadi pembeda.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkpnya di sini!



(iws/iws)











Hide Ads