detikBali

Merajan Warga Klungkung Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Terpopuler Koleksi Pilihan

Merajan Warga Klungkung Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Foto: Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar Merajan warga di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Jumat (24/7/2026). (Dok. Satpol PP dan Damkarmat Klungkung).
Foto: Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar Merajan warga di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (24/7/2026). (Dok. Satpol PP dan Damkarmat Klungkung)
Klungkung -

Sebuah merajan (tempat suci keluarga) milik I Nyoman Wijana (47) di Banjar Tengah, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, ludes terbakar pada Jumat (24/7/2026) sore. Akibat musibah tersebut, korban mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Kebakaran ini melalap sejumlah bangunan suci di dalam area merajan, seperti balai piasan, gedong sari, hingga palinggih rong tiga (kemulan)," kata Kasi Damkarmat, Satpol PP dan Damkarmat Klungkung, I Gde Erwan Supriantana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia membeberkan insiden bermula saat pemilik rumah tengah melaksanakan aktivitas persembahyangan rutin sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, diduga ada sisa percikan api dari sarana persembahyangan yang belum padam sepenuhnya.

"Kobaran api baru disadari warga sekitar pukul 15.00 Wita. Saat pertama kali diketahui, api rupanya sudah membesar dan mengepul hebat dari area merajan yang berlokasi tepat di sebelah Balai Banjar Tengah Desa Kusamba," terang Erwan.

ADVERTISEMENT

Warga setempat yang panik langsung berhamburan membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Di saat yang sama, warga melaporkan kejadian tersebut ke personel Damkar yang saat itu tengah bersiaga menjaga Festival Youth di Lapangan Puputan Klungkung.

"Laporan kejadian kami terima sekitar pukul 15.52 Wita. Kami kemudian menurunkan dua unit armada, kapasitas 6000 dan 4000 liter ke lokasi kejadian dan tiba pada pukul 16.05 Wita," imbuhnya.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat material atap bangunan suci yang terbuat dari ijuk tebal. Karakteristik ijuk membuat api terperangkap di bagian dalam. Seperti api dalam sekam, tampak luar hanya mengepulkan asap, namun bagian dalamnya masih menyala hebat.

Karena itu petugas di lapangan harus bekerja ekstra memilah dan mengurai tumpukan ijuk atap yang terbakar agar air bisa meresap ke bagian dalam dan memadakam titik api.

Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 17.40 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah kebakaran ini.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads