Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) kabarnya memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob. Pemanggilan tersebut menyusul sikap Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim yang bakal mendeportasi setiap warga Israel yang ditemukan di Malaysia.
Dilansir dari detikNews, Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Mohamad Hasan menegaskan negaranya sudah sejak lama tidak mengakui Israel. Menurutnya, Dubes Shahrul Ikram juga telah menyampaikan kebijakan Malaysia itu kepada Departemen Luar Negeri AS.
"Itu memang sudah menjadi kebijakan Malaysia sejak lama. Kebijakan imigrasi kami tidak mengakui negara Israel atau rezim Zionis. Ini sudah lama menjadi sikap kami," ungkap Mohamad Hassan dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Kamis (23/7/2026) malam.
"Ada seorang individu berkewarganegaraan ganda, AS dan Israel, yang masuk ke Malaysia menggunakan paspor AS miliknya. Namun, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa dia juga memegang kewarganegaraan Israel, sehingga kami memintanya untuk pergi," imbuhnya.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur mengenai hal tersebut. Pemanggilan itu berkaitan dengan kasus program Network School di Malaysia.
Diketahui, Network School didirikan oleh seorang investor AS bernama Balaji Srinivasan. Itu merupakan komunitas 'digital nomad' atau komunitas teknologi swasta yang mengusung konsep hunian dan pembelajaran bersama.
Program tersebut menjadi sorotan tajam publik Malaysia setelah para pengguna media sosial menuding adanya peserta yang berasal dari Israel. Sebab, Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan lebih dikenal sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas imigrasi Kuala Lumpur, seluruh peserta Network School memiliki dokumen perjalanan yang sah. Meski begitu, otoritas Malaysia akhirnya menghentikan program tersebut pada Selasa (21/7) waktu setempat.
Simak Video "Video: PM Malaysia Buka KTT ASEAN Singgung Tarif Impor AS"
(iws/iws)