detikBali

Gandeng Sektor Pariwisata, Pemkab Badung Buka Akses Petani Tembus Horeka

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gandeng Sektor Pariwisata, Pemkab Badung Buka Akses Petani Tembus Horeka


Sui Suadnyana, Agus Eka - detikBali

Pelatihan pemasaran digital bagi puluhan anggota kelompok wanita tani (KWT) di Diperpa Badung, Kamis (23/7/2026). (Agus Eka/detikBali)
Foto: Pelatihan pemasaran digital bagi puluhan anggota kelompok wanita tani (KWT) di Diperpa Badung, Kamis (23/7/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung berupaya membuka akses pasar premium bagi para petani lokal dengan menghubungkan sektor pertanian ke industri pariwisata. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperpendek rantai tata niaga sekaligus menjaga kestabilan harga saat masa panen raya.

"Kalau dikaitkan sektor pertanian dengan pariwisata, sangat relevan dan korelasinya sangat tinggi sekali. Mengingat pariwisata ini merupakan pasar yang premium dan belum kami garap secara maksimal," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peluang serapan pasar di Badung sangat terbuka luas, mengingat sektor pariwisata membutuhkan pasokan pangan olahan dan hortikultura secara rutin. Sinergi ini dirancang untuk menyokong kebutuhan sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).

"Dengan menghubungkan antara produksi di bidang pertanian dengan pariwisata, ini akan menghasilkan sebuah sinergi yang sangat positif dan meningkatkan kesejahteraan petani. Karena petani ini akan mampu berproduksi yang sudah pasti akan diserap oleh pasar," ujar Raka.

ADVERTISEMENT

Masalah utama yang kerap dialami para petani di lapangan adalah ketidakpastian pembeli dan jatuhnya harga saat pasokan melimpah. Melalui kerja sama lintas sektor, kepastian harga dan kelancaran distribusi hasil panen dapat lebih terjamin.

"Karena keraguan kita selama ini itu adalah di mana petani yang berproduksi itu kesulitan menjual produknya, apalagi pas pada saat panen raya harganya murah. Nah, dengan terbangun korelasi yang kuat dengan pariwisata, dengan perusahaan-perusahaan yang mendukung kegiatan model horeka-hotel, restoran, dan kafe-ini akan terbangun," ungkap Raka.

Upaya ini diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani melalui Pelatihan Pemasaran Digital Produk Pangan Lokal di Diperpa Badung. Pelatihan ini dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Badung 2026 dan diikuti 30 peserta dari Petang, Mengwi hingga Kuta Selatan.

"Peserta yang dihadirkan pada kesempatan hari ini berasal dari Petang, Mengwi, dan Abiansemal mencapai 30 peserta. Kami menghadirkan pelaku usaha yang sifatnya praktisi untuk memberikan tuntunan dan pedoman bagaimana para petani membuat program aplikasi yang menarik kepada pembeli," jelas Raka.

Melalui konsistensi mutu dan pemanfaatan saluran digital, komoditas pangan lokal diharapkan mampu menembus pasar skala nasional. Sektor pertanian yang berdaya saing diproyeksikan menjadi pilar utama perekonomian daerah bersama sektor pariwisata.

"Artinya kegiatan pertanian kalau diikuti dengan konsisten, dengan komitmen tinggi, pemasaran kita sudah pasti akan terjual, apalagi didukung kualitas yang sangat baik. Produksi kita lancar, petani kita akan lebih sejahtera dan termotivasi generasi muda untuk bergerak di bidang pertanian," terang Raka.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE