BKN Luncurkan Program ASN Kerja Dekat Rumah demi Hemat Pengeluaran

Ignacio Geordi Oswaldo - detikBali
Rabu, 22 Jul 2026 14:23 WIB
Foto: ASN, Senin (3/2/2025). (Nathea Citra)
Denpasar -

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan uji coba program yang memungkinkan aparatur sipil negara (ASN) bekerja lebih dekat dengan domisili mereka. Tujuan program ini untuk menghemat biaya transportasi, meningkatkan kenyamanan bekerja, dan tetap menjaga produktivitas.

Menurut Zudan, program tersebut berguna menekan biaya yang dikeluarkan para PNS dan PPPK, terutama untuk transportasi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Ia menilai kebijakan ini menjadi salah satu langkah menuju birokrasi yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai.

"BKN mendekatkan ASN pada keluarganya, pada domisilinya, Insyaallah sudah akan bisa kami dekatkan ASN kita," kata Zudan dalam unggahan video di akun instagram resmi BKN, Rabu (22/7/2026) dilansir detikNews.

Ia menjelaskan, tahap awal program hanya diterapkan di lingkungan BKN sebagai proyek percontohan. Apabila hasilnya positif, program tersebut diharapkan dapat diadopsi oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

"Ini untuk BKN saja dulu, nanti mudah-mudahan bisa menginspirasi Kementerian, Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, sehingga bisa menjadi gerakan nasional," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan program ini dilakukan sebagai respons atas keresahan para ASN yang memiliki tanggung jawab sebagai orang tua dan memerlukan waktu lebih untuk menjaga anak, maupun bagi mereka yang ingin mengurangi pengeluaran sehari-hari saat bekerja.

Menurutnya penghematan ini menjadi sangat penting terlebih mengingat saat ini pemerintah memang masih belum mampu untuk segera meningkatkan pendapatan para ASN, baik PNS maupun PPPK.

"Kalau suami istri berkumpul, bisa hemat tiket pesawat, bisa hemat pengeluaran dapur, listrik, air, dan ini saya pahami ketika saya belum bisa meningkatkan pendapatan, akan sangat bijaksana kalau semua pimpinan bisa mengurangi tingkat pengeluaran. Nah oleh karena itu, program ini mulai kita eksekusi," tutur Zudan.

Baca selengkapnya di detikFinance



Simak Video "Video: Lebih Dari 3000 ASN Brebes Terjaring Aplikasi Presensi Ilegal"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB