Baru beberapa hari menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham langsung melanjutkan kebijakan sensitif warisan pendahulunya, Keir Starmer. Burnham menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk mendukung serangan yang disebut sebagai operasi defensif terhadap Iran.
Dilansir dari detikNews, Rabu (22/7/2026), Burnham yang resmi dilantik pada Senin lalu telah diberi penjelasan mengenai keputusan tersebut. Menurut sumber-sumber yang mengetahui pembahasan itu, dia menyetujui kebijakan yang sebelumnya telah diputuskan pemerintahan Starmer.
Sebelumnya, Starmer memimpin pertemuan para menteri dan pejabat senior pada Jumat lalu untuk membahas sikap Inggris setelah dimulainya kembali serangan AS terhadap Iran pada awal bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, para menteri memutuskan mempertahankan kebijakan yang sudah berlaku. Pangkalan militer di Diego Garcia, Samudra Hindia, serta RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris, tetap dapat digunakan oleh pesawat-pesawat AS yang menjalankan misi untuk menghadapi ancaman rudal Iran dan menargetkan lokasi-lokasi yang digunakan untuk mengancam Selat Hormuz.
Menurut sumber-sumber tersebut, Burnham akan tetap memberikan persetujuan bagi penggunaan pangkalan-pangkalan Inggris untuk serangan-serangan AS yang dikategorikan sebagai operasi defensif. Dengan demikian, pangkalan Inggris kemungkinan akan terus digunakan dalam sejumlah operasi militer Amerika yang sedang berlangsung.
Keputusan itu diambil ketika serangan AS terhadap Iran memasuki hari ke-10. Komando Pusat AS menyatakan telah menyerang pusat komando militer Iran, lokasi peluncuran rudal, dan sistem pertahanan udara dalam serangan terbaru pada Selasa (21/7) waktu setempat.
Keputusan Burnham diperkirakan akan menuai kritik dari Partai Hijau sayap kiri dan Partai Liberal Demokrat. Kedua partai tersebut menolak penggunaan pangkalan-pangkalan Inggris karena menilai kebijakan itu berpotensi menyeret Inggris dalam kejahatan perang.
Tak lama setelah dilantik, Burnham juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Dilansir AFP, Senin (20/7/2026), juru bicara Burnham mengatakan perdana menteri baru itu menegaskan komitmennya terhadap pertahanan dan keamanan saat berbicara dengan Trump.
"(Burnham) mengatakan bahwa memastikan keamanan Inggris dan sekutunya adalah prioritas utamanya," kata jubirnya.
Dia menambahkan bahwa perdana menteri baru tersebut mengundang Trump untuk mengunjungi kota asalnya, Manchester.