Sebanyak 24 sekolah di Kabupaten Karangasem, Bali, dipastikan menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat pada 2026. Sekolah yang memperoleh bantuan tersebut terdiri atas lima taman kanak-kanak (TK), 14 sekolah dasar (SD), dan lima sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami kerusakan pada bangunannya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan 86 sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 sekolah menjalani proses survei, sedangkan 24 sekolah telah dipastikan lolos sebagai penerima bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"24 sekolah sudah pasti dapat bantuan revitalisasi, untuk sisanya mudah-mudahan dapat di tahap berikutnya," kata Budiadnyana, Rabu (22/7/2026).
Budiadnyana menjelaskan sekolah yang direvitalisasi tersebar di seluruh kecamatan dan kondisinya mengalami kerusakan. Pihaknya berharap bantuan tersebut para siswa akan merasa lebih aman dan nyaman ketika belajar.
"Untuk SD rata-rata bantuan yang didapat sekitar Rp 400-800 juta per sekolah. Sedangkan untuk SMP sekitar Rp 1,5 miliar-Rp 2 miliar per sekolah tergantung tingkat kerusakannya. Itu angka yang lumayan untuk melakukan perbaikan," ujar Budiadnyana.
Saat ini, proses pencairan bantuan masih memasuki tahap verifikasi. Sebanyak 13 kepala SD dijadwalkan mengikuti verifikasi di Surabaya sebelum penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).
"Untuk satu SD sudah lebih dulu dipanggil dan saat ini sudah mulai perbaikan. Sehingga sisa lagi 13 sekolah yang hari ini berangkat ke Surabaya untuk proses verifikasi dan sisanya menunggu panggilan," ujar Budiadnyana.
Budiadnyana berharap seluruh tahapan administrasi dapat berjalan lancar sehingga proses revitalisasi dapat segera dilaksanakan. Menurutnya, program tersebut menjadi upaya penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Karangasem.
"Semoga seluruh prosesnya berjalan lancar dan semakin banyak sekolah di Karangasem yang dapat bantuan revitalisasi," pungkas Budiadnyana.