detikBali

Tangani Korban Kecelakaan, PMI Denpasar Paling Lama Tiba 15 Menit di TKP

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tangani Korban Kecelakaan, PMI Denpasar Paling Lama Tiba 15 Menit di TKP


Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Simulasi penanganan korban kecelakaan petugas PMI Kota Denpasar, Senin (20/7/2026).
Foto: Simulasi penanganan korban kecelakaan petugas PMI Kota Denpasar, Senin (20/7/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar menggelar simulasi pelatihan petugas ambulans di kantor PMI, Jalan Imam Bonjol, Senin (20/7/2026). Dalam latihan itu kemampuan petugas mengevakuasi pasien kecelakaan ditargetkan meningkat. Waktu kedatangan petugas paling lama 15 menit.

"Dalam simulasi tadi, waktu maksimalyahg dibutuhkan tim dari kantor menuju lokasi kejadian paling lama 15 menit. Bahkan di lapangan, target kami harus bisa lebih cepat dari itu agar korban mendapatkan penanganan pertama sebelum dirujuk ke RS," jelas Kepala Bidang Komunikasi PMI KotaDenpasar, I Made Yoga Adi Kusuma.

PMI Denpasar juga menambah kekuatan operasionalnya dengan mendatangkan dua armada ambulans baru untuk beroperasi secara penuh selama 24 jam. Armada tersebut digawangi 12 petugas siaga yang dibagi menjadi empat tim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latihan tersebut berlangsung dari 13 sampai 20 Juli. Mulai pendalaman teori hingga praktik langsung dilakukan perorangan. Mulai dari penanganan korban luka-luka, patah tulang, hingga simulasi evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjebak di dalam kendaraan.

"Ada pelatih yang kompeten di bawah naungan PMI Provinsi Bali untuk memastikan standarisasi penanganan medis berada di level tertinggi," terang Yoga.

ADVERTISEMENT

Dia mengakui PMI Kota Denpasar hanya bisa melakukan pelayanan di Denpasar Barat. "Sisanya kami berkolaborasi dengan petugas BPBD Denpasar, Damkesmas terdekat agar pelayanan korban tetap segera dilakukan tanpa menunggu lama. Tapi kalau masih mencangkup atau terjangkau di luar wilayah, PMI siap meluncur," tutur Yoga.

Dia menegaskan fasilitas mendasar yang dimiliki PMI Kota Denpasar masih memadai dan siap digunakan. Namun begitu tetap ada kendala terutama alat medis darurat tingkat tinggi yang sangat krusial yakni automated external defibrillator (AED) atau alat pacu jantung otomatis.

"Untuk penanganan henti napas atau henti jantung di perjalanan maupun di rumah pasien, kami saat ini memang belum memiliki alat AED tersebut. Pengurus PMI Kota Denpasar sekarang sedang berupaya keras dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Denpasar agar pengadaan alat canggih ini bisa segera terealisasi," imbuhnya.

Sementara itu, Yoga menambahkan bahwa kekuatan utama PMI Denpasar tidak hanya bertumpu pada ambulans dan petugas inti. "Jaringan relawan yang luas hingga ke tingkat desa juga akan dilakukan agar membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat," tandasnya.



(hsa/iws)









Hide Ads