Bangkai paus bungkuk (humpback whale) yang sempat dikubur di pesisir Pantai Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali, terpaksa harus dikubur ulang. Langkah ini dilakukan setelah kuburan awal paus tersebut tergerus air laut hingga membuat bangkainya muncul kembali ke permukaan.
Proses penguburan ulang ini berlangsung pada Kamis (16/7/2026) mulai pukul 16.00 Wita hingga malam hari sekitar Pukul 20.17 Wita. Untuk mengantisipasi hal serupa, lokasi penguburan baru dipindahkan sekitar 200 meter ke arah barat dari lokasi semula.
"Kegiatan penguburan sudah dilakukan hingga malam hari kemarin. Dikubur di lokasi yang sudah ditentukan oleh Kepala Desa agar tidak tergerus air laut lagi," ungkap Kapolsek Kota Jembrana Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dibantu polisi, proses pemindahan dan penguburan bangkai paus ini juga dibantu oleh pihak desa serta warga masyarakat setempat yang bahu-membahu di lokasi. Setelah berlangsung selama beberapa jam, proses penguburan ulang bangkai paus bungkuk tersebut akhirnya rampung pada malam hari.
"Kegiatan penguburan berakhir pukul 20.17 Wita dengan aman, tertib, dan lancar," tandas Widiatmika.
Diberitakan sebelumnya, bangkai paus bungkuk yang sempat dikubur setelah terdampar di pesisir Pantai Perancak kembali muncul ke permukaan pada Kamis. Mamalia laut tersebut diduga naik ke permukaan setelah lokasi penguburannya tergerus air laut pasang.
Pantauan detikBali di lokasi sebelum dievakuasi, posisi penguburan bangkai paus itu berada tepat di sebelah timur lokasi awal terdampar. Kondisi bangkai saat itu hanya menyisakan bagian ekor yang masih tertanam di dalam pasir.
Sementara bagian tubuh lainnya sudah mencuat ke permukaan dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana, membenarkan bahwa pihaknya sempat menerima laporan dari warga mengenai kembalinya bangkai paus tersebut ke permukaan pantai sebelum akhirnya dipindahkan.
"Laporan dari warga menyebutkan bangkai paus kembali muncul di permukaan pantai karena lokasi penguburannya tergerus oleh air laut pasang," ungkap Wijana.