detikBali

1 WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korea, Kemlu: Tindakan Tak Bertanggung Jawab

Terpopuler Koleksi Pilihan

1 WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korea, Kemlu: Tindakan Tak Bertanggung Jawab


Dwi Rahmawati - detikBali

Femas peserta tur ke Korea Selatan asal Madiun yang diduga kabur dari rombongan.
Femas peserta tur ke Korea Selatan asal Madiun yang diduga kabur dari rombongan. (Foto: tangkapan layar)
Denpasar -

Seorang warga negara Indonesia (WNI) diduga kabur saat mengikuti open trip ke Korea Selatan (Korsel). Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan KBRI Seoul mencari keberadaan peserta tur asal Madiun bernama Femas (22) tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengungkapkan pihaknya mencermati informasi terkait WNI yang diduga menyalahgunakan ketentuan imigrasi tersebut. Kemlu, dia berujar, menyayangkan tindakan warga yang diduga menyalahgunakan fasilitas travel tur ke luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemlu mencermati pemberitaan mengenai adanya oknum WNI atas nama FY (pria, 21 tahun) yang diduga menyalahgunakan fasilitas kemudahan masuk ke Korea Selatan dengan meninggalkan rombongan wisata dan melanggar ketentuan keimigrasian setempat," kata Heni, Sabtu (18/7/2026), dikutip dari detkNews.

Heni lantas menyinggung mengenai kepatuhan WNI saat melakukan perjalanan di negara lain. Ia pun menyebut penyalahgunaan fasilitas tur merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

"Tindakan segelintir oknum yang menyalahgunakan fasilitas tersebut sangat disayangkan dan tidak mencerminkan mayoritas WNI yang melakukan perjalanan secara sah dan bertanggung jawab. Namun demikian, kepatuhan setiap WNI tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan otoritas negara mitra serta mendukung upaya pemerintah untuk terus memperluas kemudahan mobilitas bagi masyarakat Indonesia," tambahnya.

Kemlu, dia melanjutkan, akan berkoordinasi intensif dengan otoritas Korea Selatan. Ia mengimbau setiap WNI yang berkunjung ke luar negeri untuk menaati ketentuan yang berlaku.

"Kemlu bersama KBRI Seoul akan terus berkoordinasi dengan otoritas Korea Selatan serta mengimbau seluruh WNI agar senantiasa menaati ketentuan yang berlaku sehingga hubungan baik dan kerja sama kedua negara, termasuk di bidang mobilitas masyarakat dan pariwisata, dapat terus berkembang secara positif," imbuhnya.

Kronologi WNI Kabur Saat Tur di Korsel

Dilansir detikJatim, Marketing Manager Berani Backpacker, Wiky, mengatakan rombongan tersebut awalnya berangkat dari Jakarta pada 27 Juni lalu. Saat malam pertama tur, yakni 28 Juni 2026, seluruh peserta diberikan waktu bebas setelah rangkaian agenda tur selesai.

Saat itu, sekitar lima sampai tujuh orang bersama tour leader (TL) berjalan-jalan keliling ke kawasan Myeongdong. Ketika itulah, Femas kemudian berpamitan dengan alasan ingin mencari sepatu.

Menurut Wiky, Femas sebenarnya ditempatkan satu kamar dengan tour leader. Ketika TL sudah kembali ke hotel, ia sempat mengirimkan pesan singkat agar Femas langsung masuk ke kamar karena pintu sengaja diganjal untuk memudahkan akses masuk.

"Ditunggu sampai pagi ternyata tidak pulang sama sekali. WhatsApp sempat centang satu, kadang centang dua, tapi tidak pernah dibalas," ujarnya.

Awalnya, pihak agensi travel masih mengira Femas tersesat atau mengalami suatu kendala di jalan. Pemimpin tur bersama tim di lokasi pun sempat menyisir area terakhir tempat Femas berpamitan dan mencoba menghubunginya berkali-kali.

"Sampai hari keempat, tim lokal kami langsung mencoba membuat laporan ke Kepolisian Korea. Namun, laporannya ditolak karena tidak ada unsur tindak pidana. Dia (Femas) dikategorikan memisahkan diri secara sadar, bukan sebagai orang hilang," jelas Wiky.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)











Hide Ads