Kepolisian Daerah (Polda) Bali masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian warga negara (WN) Kanada inisial AJK (46). Sebelumnya, AJK ditemukan tewas dengan luka tembak di sebuah vila di kawasan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.
"Kami belum terima hasil dari autopsi. Hasil autopsi itu nanti bisa terjawab apakah yang bersangkutan ini bunuh diri apa tidak," ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy saat ditemui pada Selasa (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan sementara, AJK tewas diduga karena bunuh diri lantaran terdapat sepucuk pistol saat jasadnya ditemukan. Selain pistol, polisi juga menemukan jejak mesiu di dekat kepala pria asing itu.
"Dari tanda-tanda yang kami temukan, termasuk bekas jejak mesiu yang berada di dekat kepala. Cuma nanti kami bisa pastikan setelah hasil autopsi keluar," imbuh Ariasandy.
Sejauh ini, Polda Bali sudah memeriksa lima saksi yang berada di lokasi saat kejadian. Polisi juga mendalami asal kepemilikan senjata tersebut.
Diberitakan sebelumnya, jasad AJK ditemukan oleh seorang temannya bernama Benjamin di vila kawasan Jimbaran pada 6 Juli lalu. Jasad AJK dengan luka tembak ditemukan di atas sofa.
Kepada polisi, Benjamin menyebut AJK sudah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri sebelum kejadian. Selain itu, AJK diduga mengalami penyakit paranoid.