Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran. Rentetan ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota di negara tersebut.
"Pada pukul 16.45 waktu setempat hari ini, Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut terhadap Iran, atas arahan Panglima Tertinggi," bunyi keterangan Komando Pusat AS (US Central Command) dilansir detikNews, Selasa (14/7/2026).
Pihak AS mengatakan gelombang serangan terbaru itu menyasar pasukan militer Iran. Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa target serangan meliputi aset militer Iran, termasuk sistem pengawasan pesisir serta kemampuan drone dan rudal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan-serangan ini akan terus memberikan dampak berat bagi pasukan Iran serta melemahkan kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil tak berdosa dan kapal komersial di Selat Hormuz," tulis US Central Command.
Usai serangan terbaru AS tersebut, rentetan ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan tiga ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan.
Pemerintah Provinsi Hormozgan menyatakan sebuah proyektil menghantam wilayah barat Bandar Abbas. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa, menurut kantor berita semi-resmi Fars News Agency.
Menurut Fars, ledakan juga terdengar di Pulau Kish, Qeshm, dan Abu Musa. Selain itu, ledakan dilaporkan terjadi di Jam dan Kangan, Provinsi Bushehr.