Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti meminta masyarakat tidak khawatir memberikan data kepada petugas resmi Sensus Ekonomi 2026. Amalia mengatakan BPS menjamin rahasia dan keamanan data masyarakat.
"Saya ingin menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir bahwa rahasia data yang kami kumpulkan akan kami jaga dengan baik. Keamanan data pun kami jaga dengan baik," kata Amalia saat menghadiri acara Penguatan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (11/7/2026).
Amalia juga meminta petugas sensus agar bersikap ramah, sopan, dan membangun empati ketika mendatangi responden. Ia mengingatkan bahwa data yang dikumpulkan saat sensus harus akurat.
"Pesan saya kepada petugas sensus jangan ada data yang terlewat dan data yang dikumpulkan harus akurat," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Amalia juga mengungkap progres pelaksanaan sensus di sejumlah daerah. Menurutnya, Papua Pegunungan menjadi provinsi yang sulit mencapai target Sensus Ekonomi 2026.
"Daerah Papua terutama Papua Pegunungan, kebanyakan dari Papua," kata Amalia.
Amalia menjelaskan program Sensus Ekonomi bertujuan untuk mengumpulkan data akurat sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan dan perencanaan pembangunan di daerah. Selain itu, dia berujar, data yang akurat juga dapat dimanfaatkan investor untuk melihat potensi di sebuah daerah.
Diketahui, Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar oleh BPS berlangsung pada 1 Mei hingga akhir Agustus 2026. Khusus di Bali, sebanyak 3.774 petugas dikerahkan untuk mengumpulkan data secara door to door.
Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"
(iws/iws)