Upaya optimalisasi pemungutan retribusi wisatawan di kawasan Nusa Penida, Klungkung, Bali, menghadapi sejumlah tantangan. Selain sistem digitalisasi yang terganjal regulasi pelabuhan, banyaknya 'jalur tikus' atau pintu masuk tidak resmi turut menjadi kendala.
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Klungkung, Ida Bagus Gede Agung Prayudha, mengungkapkan pintu masuk tak resmi ini kerap dilalui turis demi menghindari pos pungutan resmi. Prayudha menyebut terbatasnya jumlah personel di lapangan membuat pengawasan menjadi longgar.
"Memang masih banyak jalur tikus yang dilalui wisatawan ke Nusa Penida. Terbatasnya petugas membuat kami tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap Prayudha kepada detikBali, Rabu (8/7/2026).
Prayudha juga mengakui luasnya garis pantai di Nusa Penida maupun Nusa Lembongan membuat pengawasan secara manual sulit dilakukan. Saat ini, dia berujar, baru lima dari puluhan lebih dermaga di kawasan wisata itu yang dijaga petugas Dispar Klungkung. Kelima pelabuhan itu, antara lain Pelabuhan Banjar Nyuh, Pelabuhan Sampalan, Pos Buyuk, Pelabuhan Jungut Batu, dan Pos Mushroom
"Banyaknya pelabuhan milik pribadi belum bisa kami jaga. Misalkan di Nusa Lembongan, biasanya ada kapal yang bersandar langsung di pantai. Penumpang turun langsung masuk ke gang-gang rumah warga. Kalau pun ada penjaga, tidak mudah juga untuk melakukan pengawasan di lokasi seperti itu," imbuhnya.
Prayudha menyebut upaya meningkatkan potensi pendapatan dari retribusi wisatawan menghadapi kendala yang cukup kompleks. Dispar Klungkung, dia melanjutkan, saat ini juga belum bisa menerapkan sistem pintu pemeriksa otomatis atau gate checker di area pelabuhan.
"Selain jalur tikus, sampai saat ini kami belum diberikan izin dari pihak pengelola pelabuhan untuk membangun gate checker. Jangankan itu, untuk membangun tempat berteduh petugas saja belum diizinkan. Kalau kami nekat pasang di sana, mesin kami bisa cepat rusak kena hujan-panas," pungkasnya.
Simak Video "Menikmati Panorama Menakjubkan Crystal Bay di Sore Hari, Bali"
(iws/iws)