Penumpukan wisatawan terjadi di loket Daya Tarik Wisata (DTW) kawasan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Kondisi ini terjadi setelah Pemkab Klungkung menerapkan sistem One Gate One Destination (OGOD) mulai 1 September.
Penumpukan terjadi karena banyak wisatawan membeli tiket retribusi secara langsung saat tiba di DTW. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Klungkung pun mengevaluasi alur kedatangan kendaraan hingga proses pembelian tiket di lapangan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, mengatakan kondisi tersebut turut dipicu mayoritas wisatawan yang datang bersama driver tanpa didampingi pemandu wisata (guide).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mereka belinya online atau tidak di lokasi DTW, pas keberangkatan kemungkinan tidak macet karena tinggal scan-scan saja. Tapi ini kan karena belinya langsung di tempat," ujar Putra saat dikonfirmasi, Rabu (2/6/2026).
Melalui sistem OGOD yang berbasis Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klungkung Nomor 4 Tahun 2026, penarikan retribusi tidak lagi dipungut secara general di kawasan pelabuhan. Retribusi kini ditarik berdasarkan DTW yang dikunjungi wisatawan.
Putra mengatakan evaluasi dilakukan untuk menyesuaikan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, penerapan aturan baru tidak bisa langsung disimpulkan hanya berdasarkan teori.
"Ini kan baru sehari, tidak bisa kita simpulkan begitu. Kecuali sudah bertahun-tahun," tegasnya.
Untuk mengurai kepadatan, Dispar Klungkung mengubah alur kedatangan kendaraan. Kini seluruh kendaraan diwajibkan masuk ke area parkir terlebih dahulu sebelum wisatawan melakukan pembayaran retribusi di loket.
"Makanya alurnya diubah. Parkir dulu, baru beli tiket. Kalau kemarin kan belum parkir sudah diturunkan. Sekarang semua masuk ke parkir dulu, dari parkir tamu baru bayar," jelasnya.
Putra Mahajaya juga mengimbau para driver dan pelaku pariwisata mengarahkan wisatawan membeli tiket retribusi lebih awal sebelum keberangkatan. Langkah itu diharapkan dapat mencegah antrean serupa saat wisatawan tiba di DTW.
"Imbauannya agar para wisatawan membeli tiket retribusi itu di awal, saat keberangkatan, bukan pada saat tiba di DTW. Mohon kooperatifnya dari teman-teman (driver)," pungkasnya.