Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memastikan pembangunan infrastruktur tetap digenjot pada 2026. Kepastian itu ditopang oleh realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 yang mencapai Rp 2,2 triliun serta keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, Astungkara hasil auditnya bagus dan kami masih meraih opini WTC. Realisasi PAD kami sebesar Rp 2,2 triliun pada 2025," ujar Eddy Mulya ditemui di DPRD Kota Denpasar, Selasa (7/7/2026).
Menurut Eddy, anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kota Denpasar.
"Itulah sekarang kami formulasikan dan pergunakan kembali untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Kota Denpasar," terang Eddy.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Denpasar juga akan memprioritaskan penataan kawasan heritage, perbaikan jalan, penertiban kabel udara yang semrawut, hingga penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Pemkot juga terus mengoptimalkan penerimaan pajak reklame agar mampu meningkatkan PAD.
Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, mengapresiasi laporan pertanggungjawaban APBD 2025. Menurutnya, potensi penerimaan dari sektor reklame masih dapat ditingkatkan melalui penegakan aturan terhadap reklame yang belum mengantongi izin.
"Beberapa memang sudah ada, namun masih ada reklame yang tidak mengurus izin. Pengusaha-pengusaha sudah dipanggil, setuju untuk membayar pajak. Sekarang bagaimana penindakan selanjutnya, kan itu penting," jelasnya.
"Karena PAD di Denpasar, selain pariwisata, pajak reklame saya kira bisa menunjang PAD sehingga pembangunan di Kota Denpasar lebih baik," sambung Gus Yoga.
Yoga juga mendukung rencana Pemkot Denpasar menata kawasan heritage, termasuk kawasan Jalan Gajah Mada dan Jalan Hasanuddin, serta destinasi wisata seperti Sanur. Penataan itu mencakup perbaikan pedestrian, penertiban kabel udara, hingga pembenahan lampu penerangan jalan.
"Apa yang difokuskan? Karena Denpasar ini Kota budaya yang punya kawasan heritage di Gajah Mada, Hasanuddin dan lainnya. Kalau kita kembangkan, otomatis orang lebih banyak datang ke Denpasar," ungkap Gus Yoga.
Anggota dewan fraksi Partai Gerindra itu berharap mendukung langkah Pemkot Denpasar dalam menata kawasan wisata, heritage dan lainnya agar Denpasar bisa lebih baik lagi ke depannya.
(nor/nor)