Bali akan menjadi percontohan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) pemerintah pusat. Hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi seluruh kepala daerah bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Menteri Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
"Kami memandang program ini sangat penting dan memang harus segera diterapkan untuk penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran dan akuntabel. Jadi kami sangat mendukung program ini," kata Gubernur Bali, Wayan Koster, melalui keterangan tertulisnya diterima detikBali, Rabu (1/7/2026).
Koster dalam rapat tersebut juga menyampaikan Bali telah menyusun sejumlah tahapan mengenai pelaksanaan program tersebut. Namun, dilihat dari indikator-indikator capaian Bali masih belum memuaskan.
"Ini karena dalam dua minggu terakhir di Bali banyak hari raya. Sepulang dari rakor ini, kami akan tancap gas. Secara sistem kami telah menyusun tahapan yang konkret untuk dilaksanakan," jelas Koster.
Koster menargetkan proses pendaftaran rampung paling lambat akhir Juli. Guna mempercepat itu, Koster meminta dukungan dari pendamping agar dapat menjangkau hingga di tingkat banjar dengan lebih cepat.
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta kepala daerah yang menjadi percontohan untuk menjaga kekompakan agar target pendaftaran dapat tercapai. Ia juga mengapresiasi Pemprov Bali yang serius mengawal program ini.
"Paling lambat saya harap akhir Agustus pendaftaran telah rampung sehingga peluncuran bisa dipercepat," harap Luhut.
Simak Video "Video: Menikmati Liburan di Pantai Pandawa "
(hsa/hsa)