Pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte yang mengungkap keterlibatan pemerintah Italia dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran bikin gempar. Musababnya, pernyataan Rutte itu bertolak belakang dengan sikap pemerintahan Perdana Menteri (PM) Giorgia Meloni.
Dilansir dari detikNews, Rutte mengungkapkan pemerintah Italia secara rahasia mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan militer di wilayahnya selama perang berkecamuk. Hal ini memicu kemarahan di Roma karena bertentangan dengan pernyataan para pejabat pemerintahan Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara dengan Fox News menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, Rutte mengatakan Italia mengizinkan 500 pesawat militer AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan Amerika di Italia selama perang berkecamuk.
"Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan-pangkalan mereka," kata Rutte.
"Itu berarti ada sekitar 4.000 hingga 5.000 pesawat yang lepas landas dari pangkalan-pangkalan Eropa untuk mendukung Epic Fury," sebutnya, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran yang disebut 'Operation Epic Fury'.
"Jika Anda melihat pada Italia, 500 pesawat AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury. Ini jumlah yang sangat besar," imbuhnya.
Sebelumnya, PM Meloni mengatakan bahwa hanya penerbangan logistik dan teknis yang diperbolehkan beroperasi untuk mendukung aktivitas terkait operasi militer AS terhadap Iran. Pada Maret lalu, Meloni juga menegaskan bahwa Italia tidak mendukung maupun berpartisipasi.
Oposisi Italia Tuntut Klarifikasi Pemerintahan Meloni
Terungkapnya peran rahasia Roma itu memicu kemarahan luas di seluruh spektrum politik Italia. Sejumlah partai oposisi menuntut klarifikasi segera dari pemerintahan Meloni.
Pemimpin Gerakan Bintang Lima dan mantan PM Italia, Giuseppe Conte, menuduh pemerintah melakukan penipuan. Peppe De Cristofaro, pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri, menyebut situasinya sangat serius dan menuntut Meloni, bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Antonio Tajani dan Menteri Pertahanan (Menhan) Guido Crosetto, segera memberikan klarifikasi di hadapan parlemen Italia.
Pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri lainnya, Angelo Bonelli, menyebut pernyataan Rutte telah mengungkap kebohongan Meloni.
"Pemerintah Italia berbohong kepada parlemen pada saat itu dengan menyembunyikan 500 penerbangan Amerika. Faktanya adalah Italia berpartisipasi dalam perang melawan Iran, sebuah perang yang gila," tuduhnya.
Menhan Italia, Crosetto, menepis pernyataan Rutte. Ia menegaskan bahwa Italia hanya mengizinkan 'kegiatan teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik' yang sepenuhnya mematuhi Konstitusi serta perjanjian internasional.
Dia menuduh Rutte menyampaikan pesan yang menyesatkan karena menyamakan penerbangan dengan operasi tempur.
Iran Geram NATO Terlibat Perang
Pemerintah Iran geram dan menuduh NATO "terlibat" dalam perang AS dan Israel melawan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilansir AFP, Kamis (25/6), mengecam pernyataan Sekjen NATO itu, yang disebutnya sebagai pengakuan "keterlibatan aktif" NATO dalam "perang ilegal" yang dikobarkan AS dan Israel.
"Ini merupakan pengakuan yang jelas dan memberatkan mengenai keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi ilegal terhadap sebuah negara anggota PBB yang berdaulat," kata Baghaei dalam pernyataan via media sosial X.
Baghaei menuduh NATO telah melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap norma-norma imperatif dari hukum internasional dan prinsip-prinsip utama Piagam PBB.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)