detikBali
Internasional

China Klaim Ada Intel Asing yang Memata-matai Perairannya Pakai Hewan Laut

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

China Klaim Ada Intel Asing yang Memata-matai Perairannya Pakai Hewan Laut


Virgina Maulita Putri - detikBali

Ilustrasi laut/pantai
Foto: Ilustrasi bawah laut. (Getty Images/iStockphoto/Placebo365)
Denpasar -

China mengklaim perairannya sedang dimata-matai oleh badan intelijen asing menggunakan metode baru yang inovatif. Salah satunya dengan mengerahkan hewan laut yang dilengkapi sensor untuk menjadi mata-mata.

Kementerian Keamanan China memperingatkan adanya 'perang rahasia tidak terlihat' yang terjadi di perairan negara tersebut. Badan intelijen asing dituduh diam-diam sedang mengumpulkan data sensitif menggunakan berbagai perangkat mata-mata baru untuk membuat peta bawah laut yang mengancam keamanan nasional China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari detikInet, China mengklaim salah satu teknik spionase yang digunakan adalah hewan laut besar, termasuk 'ikan mata-mata' dan 'kura-kura mata-mata', yang ditemukan membawa sejumlah sensor saat berenang di perairan China.

Hewan-hewan tersebut diklaim mengumpulkan data lingkungan yang sensitif, seperti suhu air, salinitas, dan arus laut secara real-time, yang kemudian dikirimkan ke luar negeri menggunakan satelit.

ADVERTISEMENT

Informasi itu diunggah dalam WeChat. Namun, postingan Kementerian Keamanan China tidak memberikan informasi spesifik tentang lokasi hewan-hewan itu ditemukan atau orang yang memasang sensor di hewan-hewan tersebut.

Kementerian Keamanan China juga mengaku menemukan pelampung yang ditempatkan oleh lembaga penelitian kelautan luar negeri yang dilengkapi sensor meteorologi. Lewat cara itu, lembaga itu memungkinkan melacak tanda akustik kapal selam China secara real-time.

Kementerian tersebut juga menyebutkan jenis 'glider gelombang' baru yang ditenagai gerakan ombak dan tenaga surya. Teknologi itu diklaim ditempatkan oleh pihak asing untuk mengirimkan data lingkungan kelautan terkait militer dan informasi terkait aktivitas kapal.

China sering mengklaim adanya upaya spionase di perairan sekitarnya, termasuk Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan. Pada 2024, China mengklaim menemukan mercusuar yang tersembunyi di dasar laut yang dapat memandu transit kapal selam asing.

Pemerintah China menawarkan bonus sebesar 50.000 yuan sampai 500.000 yuan (Rp 131 jutaan sampai Rp 131 miliar) kepada nelayan yang berhasil menemukan perangkat mata-mata di perairannya.

Artikel ini telah tayang di detikInet. Baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)









Hide Ads
LIVE