detikBali

Iran Wanti-wanti AS Usai Teken Perjanjian Damai

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Iran Wanti-wanti AS Usai Teken Perjanjian Damai


Rita Uli Hutapea - detikBali

Iranian President Masoud Pezeshkian makes a statement during a meeting with the media following talks with Armenian Prime Minister Nikol Pashinyan in Yerevan, Armenia, August 19, 2025. Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights)
Denpasar -

Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mengingkari kesepakatan pengakhiran perang yang baru saja diteken kedua negara. Teheran menegaskan tidak akan ragu membalas jika Washington gagal memenuhi komitmennya dalam perjanjian tersebut.

Peringatan itu disampaikan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyambut kesepakatan dengan AS yang disebutnya sebagai dokumen "bersejarah".

"Ini adalah dokumen bersejarah dan pesan dari Iran yang kuat: perdamaian akan tercapai di bawah naungan rasa saling menghormati," kata Pezeshkian dalam unggahan media sosial yang menampilkan gambar dokumen kesepakatan tersebut, seperti dilansir detikNews, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen itu memuat tanda tangan Pezeshkian, Presiden AS Donald Trump, dan mediator mereka, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

ADVERTISEMENT

Trump diketahui menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Iran-AS saat jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles usai KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat.

"Baru saja menandatanganinya," kata Trump saat meninggalkan istana.

Pemerintah Iran secara terpisah juga mengonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.

"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden -- sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA.

Baqaei mengatakan tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah dokumen ditandatangani. Menurutnya, implementasi perjanjian internasional selalu lebih sulit dibanding proses penyusunannya.

"Fakta bahwa kita telah menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang pada tahap ini, tidak berarti kita telah melupakan masa lalu atau meninggalkan pelajaran berharga yang telah kita pelajari," kata Baqaei.

"Pekerjaan kita sekarang lebih sulit daripada sebelumnya, karena implementasi perjanjian internasional selalu jauh lebih sulit daripada penyusunannya, terutama dengan pihak-pihak yang tidak berkomitmen pada kewajiban mereka," cetusnya, dilansir media Iran, Press TV, Kamis (18/6/2026).

Ia menegaskan Iran akan mengawasi secara ketat pelaksanaan kesepakatan tersebut dan memastikan pihak lain memenuhi seluruh komitmennya.

Baqaei juga menegaskan Iran tidak akan tinggal diam jika Washington mengabaikan kewajibannya.

"Jika Amerika Serikat gagal melaksanakan komitmen mereka, kami pun akan gagal. Bukan berarti kami akan memenuhi komitmen kami sementara pihak lain menghindari kewajibannya," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads