Daftar Isi
Perayaan Waisak jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026. Persiapan tengah dilakukan di vihara Buddha, termasuk yang berada di Bali.
Meski menjadi provinsi dengan mayoritas penduduk beragama Hindu, vihara Buddha masih dapat dengan mudah ditemukan di Kota Denpasar dan kabupaten lain di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vihara Buddha yang ada di Bali bahkan menunjukkan pola arsitektur yang mengadopsi budaya lokal. Bangunan suci tempat ibadah umat Buddha ini terlihat menyatu bersama ornamen khas Bali.
Bila tertarik, detikers bisa berkunjung ke 5 vihara Buddha yang ada di Bali. Mana sajakah vihara Buddha tersebut? Simak selengkapnya!
Brahmavihara Arama
Perayaan Waisak di Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (23/5/2024). Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali |
Vihara ini didirikan pada tahun 1969 oleh Bhante Giri dan kini menjadi vihara Buddha terbesar yang ada di Bali. Brahmavihara Arama terletak di Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Memiliki daya tarik berupa arsitektur dengan gaya Theravada yang berakulturasi dengan corak budaya Bali dan masih memiliki pengaruh dari Asia daratan. Dalam vihara ini juga terdapat patung Buddha emas di aulanya dan replika dari Candi Borobudur.
Vihara Dharma Giri
Patung Buddha Tidur di Vihara Dharma Giri, Kecamatan Pupuan saat difoto dari depan. Foto: Chairul Amri Simabur |
Berlokasi di Desa Pupuan, Kabupaten Tabanan, Vihara Dharma Giri menjadi tempat ibadah umat Buddha yang sangat ikonik.
Sebuah patung Buddha tidur berbentuk raksasa berdiam di halamannya. Patung Buddha ini memiliki panjang sekitar 10 meter, tinggi sekitar 3 meter, dan memiliki warna putih. Terlihat identik dengan patung Buddha tidur warna emas di Tailan.
Kawasan vihara yang berada di dataran tinggi dan dikelilingi hamparan sawah menjadikannya lokasi yang pas untuk melakukan meditasi. Pengunjung yang datang diharapkan memberi sumbangan dan tidak mengganggu ketertiban.
Vihara Dharmayana
Asap dupa dan canang sari menghiasi perayaan Imlek di Vihara Dharmayana, Kuta, Badung, Bali, Selasa (17/2/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali) Foto: Asap dupa dan canang sari menghiasi perayaan Imlek di Vihara Dharmayana, Kuta, Badung, Bali, Selasa (17/2/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali) |
Berlokasi di Jalan Blambangan, Kuta, Kabupaten Badung, Vihara Dharmayana menjadi salah satu vihara Buddha tertua dan bersejarah di Bali. Didirikan pada 1876 dengan nama Leeng Gwan Kuta dan secara resmi menjadi Vihara Dharmayana.
Vihara Dharmayana memiliki arsitektur Tionghoa klasik berupa hiasan ukiran naga, burung phoenix dan ornamen berwarna merah bercampur emas. Altar di vihara ini memuja Buddha Sakyamuni dan ada juga tokoh seperti Dewi Kwan Im serta dewa-dewa pelindung.
Vihara Buddha Guna
Vihara Buddha Guna di Bali gelar perayaan Trisuci Waisak 2566/2022. Foto: Poetri/detikcom |
Vihara ini dibangun pada tahun 90-an di Nusa Dua. Menjadi bagian dari proyek Puja Mandala, sebuah area peribadatan lima agama yang saling berdampingan. Vihara Buddha Guna banyak dikunjungi oleh umat yang berada di Bali Selatan.
Arsitekturnya cenderung modern dan ada sentuhan arsitektur Bali. Suasana damai dan toleransi sangat terasa di tempat ini. Meski berdampingan dengan tempat ibadah lain dan ada di kawasan wisata, tidak menghalangi ketentraman di vihara Buddha Guna.
Vihara Buddha Sakyamuni
Anggota pecalang turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban umat Buddha yang merayakan Hari Trisuci Waisak di Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar, Bali, Senin (12/5/2025). (Foto: Karsiani Putri/detikBali) |
Tadinya merupakan sebuah cetiya kecil yang lantas berkembang menjadi vihara Buddha Sakyamuni. Sesuai dengan namanya, vihara ini mendudukan Patung Buddha Sakyamuni sebagai tokoh sentral. Berbagai kegiatan spiritual, pelayanan umat, dan hari raya dilakukan di vihara Buddha Sakyamuni. Berlokasi di Jl Gunung Agung, Kota Denpasar.




