detikBali

Bali Catat 1.167 Kasus DBD Periode Januari-Mei 2026, Dua Pasien Meninggal

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bali Catat 1.167 Kasus DBD Periode Januari-Mei 2026, Dua Pasien Meninggal


Rizki Setyo Samudero - detikBali

macro of a tiger mosquito on skin. proboscis inserted ready to feed.Similar image:
Ilustrasi Penularan DBD. Foto: Getty Images/iStockphoto/flubydust
Denpasar -

Sebanyak 1.167 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Bali selama periode Januari hingga Mei 2026. Meski sempat mengalami penurunan pada beberapa bulan, jumlah kasus masih tergolong tinggi dan belum menunjukkan tren penurunan signifikan.

Pada Januari, tercatat sebanyak 281 kasus demam berdarah yang terjadi. Badung tercatat kabupaten tertinggi dengan 63 kasus. Kemudian, Februari mengalami penurunan menjadi 277 kasus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki Maret, kasus kembali turun menjadi 246 kasus. Namun, satu pasien dilaporkan meninggal dunia. Kabupaten Gianyar menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi pada bulan tersebut, yakni 72 kasus.

Pada April, kasus DBD mengalami kenaikan jumlah menjadi 264 kasus. Satu penderita dilaporkan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kasus DBD tertangani dengan baik di kabupaten/kota. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan mendorong masyarakat juga penting untuk di tingkat rumah tangga.

"Terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pengendalian dengue dengan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus secara berkesinambungan," kata Raka, Selasa (26/5/2026).

Kemudian, Dinkes juga melakukan upaya penanggulangan sesuai hasil penyelidikan epidemiologi ketika ditemukan indikasi sirkulasi penularan kasus DBD di suatu tempat yang tinggi kasusnya.

"Memperkuat sistem surveilans DBD untuk mendeteksi peningkatan kasus DBD dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa," jelas Raka.




(nor/nor)










Hide Ads