Sebuah video yang memperlihatkan aksi heroik petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Badung mengevakuasi seekor sapi dari dalam sumur tua mendadak viral di media sosial. Warganet dibuat tegang sekaligus kagum dengan proses penyelamatan yang dramatis ini.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat kondisi sumur yang cukup dalam dan sempit, menyulitkan ruang gerak. Sapi berwarna cokelat tersebut tampak terjebak di dasar sumur yang juga digenangi air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menggunakan peralatan rescue khusus mulai dari tripod penopang, sistem katrol (puli), hingga tali webbing, petugas Damkar Badung dengan sigap dan hati-hati mulai menarik hewan berat tersebut ke atas.
"Dua.. dua.. terus! Terus! Tarik!" terdengar teriakan kompak para petugas di lokasi untuk menyamakan ritme tarikan.
Berkat kerja sama tim yang solid dan profesional, sapi tersebut akhirnya berhasil diangkat sampai ke permukaan sumur dengan selamat. Begitu kakinya kembali menyentuh tanah, sapi yang sempat panik itu langsung dilepaskan dari ikatan tali dan bergerak menjauh ke area perkebunan dalam kondisi sehat tanpa luka serius.
Aksi penyelamatan di malam hari ini langsung banjiri pujian dari warganet. Banyak yang mengapresiasi totalitas petugas Damkar Badung yang tidak hanya sigap memadamkan api, tetapi juga selalu siap sedia dalam menyelamatkan makhluk hidup di situasi darurat apa pun.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung I Wayan Wirya mengatakan sapi yang terperosok ke dalam sumur sedalam beberapa meter itu milik warga bernama Agung Bagus Upadana di Banjar Tabah, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Badung. Laporan kecelakaan kerja itu pertama kali masuk ke pos pemadam kebakaran dari sang pemilik sapi yang panik melihat ternaknya terperosok.
"Kami terima laporan ada sapi warga masuk sumur di Banjar Tabah Kamis (21/5/2026) sore kemarin dan tim rescue langsung bergerak ke lokasi kejadian. Proses pengangkatan sapi dari dalam sumur tua itu berjalan cukup dramatis karena ruang gerak yang sempit," kata Wirya saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Setibanya di lokasi, petugas melihat kondisi sapi jantan berwarna cokelat itu sudah lemas di dalam sumur yang digenangi air. Petugas mengikat tubuh sapi menggunakan tali pengikat khusus agar tidak mencederai bagian perut maupun kaki hewan saat ditarik ke atas. Proses penarikan membutuhkan tenaga ekstra dan kerja sama tim yang solid karena bobot sapi yang cukup berat.
"Jumlah yang tertangani satu ekor sapi dan lama penanganan di lapangan hanya sekitar 20 menit sampai bisa diangkat. Kondisi sapi setelah berhasil dievakuasi itu selamat, langsung dilepas," pungkas Wirya.
(nor/nor)










































