Mana yang Lebih Utama, Puasa Tarwiyah atau Puasa Arafah? Ini Penjelasannya

Trimina Klara - detikBali
Jumat, 22 Mei 2026 06:30 WIB
Ilustrasi Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah. Foto: Mustafa Akin/Unsplash
Denpasar -

Memasuki sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah 1447 H, seluruh umat Muslim di dunia mulai mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah-ibadah sunnah. Dari sekian banyaknya amalan sunnah, ada dua amalan yang paling sering dibicarakan yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah yang mana keduanya sama-sama dilakukan di bulan Dzulhijjah.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya, sebenarnya mana yang lebih utama diantara kedua amalan tersebut. Agar tidak salah pemahaman, berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari perbedaan hingga keutamaan kedua puasa sunnah ini.


Apa Itu Puasa Tarwiyah?

Puasa Tarwiyah merupakan ibadah sunnah yang dilakukan setiap tanggal 8 Dzulhijjah tepat sehari sebelum Puasa Arafah dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Kata "Tarwiyah" ini berasal dari bahasa Arab yaitu "ar-rawi" yang berarti membawa air atau merenungkan, serta menjadi tradisi jamaah haji zaman dahulu yaitu menyiapkan bekal air sebelum menuju Arafah.

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya: "Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun," (HR. Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu Najar)

Selain itu, ada 3 hal yang mendasari kenapa puasa di hari ke-8 Dzulhijjah ini dikenal dengan sebutan puasa Tarwiyah:

  • Perenungan Nabi Adam as. tentang upah ketika diperintahkan Allah SWT membangun Ka'bah
  • Perenungan Nabi Ibrahim as. usai bermimpi menyembelih anaknya
  • Perenungan jamaah haji akan doa-doa yang ingin dipanjatkan di hari Arafah

Puasa Tarwiyah ini adalah amalan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji. Selain mendapatkan nilai pahala yang besar, ibadah ini juga bentuk dari persiapan spiritual sebelum Hari Raya Idul Adha.

Apa Itu Puasa Arafah?

Puasa sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) ini merupakan puasa yang dilakukan khusus pada 9 Dzulhijjah. Dinamakan Puasa Arafah karena pelaksanaannya yang bersamaan dengan momen jamaah haji yang sedang melakukan puncak ibadah haji yaitu wukuf di Padang Arafah. Dan ibadah puasa ini dikhususkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.


Selain itu, puasa Arafah ini juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yaitu:

"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah SWT agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim)

Simak Video "Video: Dokter Imbau Tak Berlebihan Konsumsi Daging saat Idul Adha"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork