Empat proyek strategis daerah (PSD) di Kabupaten Karangasem terpaksa batal dilelang atau gagal tender setelah tidak ada satu pun peserta yang melakukan penawaran. Total nilai proyek tersebut mencapai hampir Rp 10 miliar.
"Ada empat proyek PSD yang gagal tender, kemungkinan penyebabnya karena adanya kenaikan harga material akibat dampak dari perang di wilayah Timur Tengah," kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karangasem, I Wayan Artawan, saat ditemui di sela-sela peninjauan proyek jalan di Kecamatan Selat, Selasa (19/5/2026).
Suartawan mengatakan proyek-proyek tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Kubu, Bebandem, dan Rendang. Paket pekerjaan tersebut sebelumnya sempat tertunda, kemudian ditenderkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, saat proses lelang dibuka, tidak ada kontraktor yang berminat mengikuti tender. Kondisi ini diduga berkaitan dengan lonjakan harga material yang terjadi belakangan ini.
"Tender awal masih menggunakan acuan harga lama. Sementara sekarang harga material sudah naik, sehingga rekanan tidak berani ikut menawar," ucap Artawan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas PUPR akan melakukan penyesuaian harga melalui survei terbaru sebelum menyusun kembali harga perkiraan sendiri (HPS). Setelah itu, proyek kembali dilelang dalam waktu dekat.
"Penyesuaian ini tidak butuh waktu lama, kurang dari sebulan. Mudah-mudahan segera bisa ditender ulang dan ada peminat nya," harap Artawan.