Mantan Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng, Ketut Putra Sedana, berpeluang bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sebagaimana diketahui, BMI adalah organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Bali, Gede Muliawan Arya alias De Gadjah, membuka pintu bagi Putra Sedana untuk bergabung ke partainya. Hal itu disampaikan De Gadjah seusai menghadiri kuliah umum Ketua MPR, Ahmad Muzani, di Institut Mpu Kuturan, Jumat (15/5/2026). Putra Sedana tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
De Gadjah mengaku memiliki kedekatan personal dengan Putra Sedana. Ia menegaskan Partai Gerindra akan menyambut dengan tangan terbuka apabila mantan kader PDIP itu memutuskan merapat.
"Kami ini bersaudara. Kalau memang beliau berkenan ke Gerindra, kami dengan senang hati menerima," kata De Gadjah.
Menurut De Gadjah, Putra Sedana merupakan figur yang memiliki potensi besar dalam politik Bali. Ia menilai Putra Sedana sebagai salah satu tokoh yang patut diperhitungkan ke depan. "Beliau punya potensi luar biasa," ucapnya.
Sebagai informasi, Putra Sedana sebenarnya sempat berstatus kader PDIP. Namun, ia mengundurkan diri dari partai berlogo banteng moncong putih itu pada 16 Agustus 2024. Sejak saat itu, statusnya tidak lagi tercatat sebagai anggota partai politik mana pun.
Sementara Putra Sedana belum memberikan jawaban pasti terkait peluang bergabung ke Partai Gerindra. Ia memilih menyerahkan semua kemungkinan pada proses politik yang masih berjalan.
"Kalau di politik, isu seperti itu pasti ada. Tetap tenang. Yang penting jaga persatuan," ujar Putra Sedana.
Meski demikian, Putra Sedana tidak menutup kemungkinan bergabung ke Partai Gerindra. Menurutnya, selama langkah politik itu bermuara pada kepentingan masyarakat sehingga peluang selalu terbuka.
"Kalau memang untuk kepentingan masyarakat, kenapa tidak? Gerakan saya selama ini memang untuk masyarakat. Kalau ada yang melihat itu dan memberi ruang kenyamanan, ya kenapa tidak. Tetapi, semua ini berproses, biarkan waktu yang menjawab," terang Putra Sedana.
Putra Sedana juga mengakui hubungannya dengan De Gadjah terjalin dekat. Komunikasi dengan De Gadjah, tuturnya, sudah seperti saudara sehingga pertemuan yang kerap terjadi tidak perlu ditafsirkan berlebihan.
"Kami ini sudah seperti saudara. Beliau adik, saya dianggap kakak. Jadi pertemuan itu hal biasa," ujar Putra Sedana.
Putra Sedana menilai seluruh partai politik pada dasarnya memiliki tujuan sama, yakni menyejahterakan masyarakat. Menurutnya, perbedaan terletak pada figur yang menjalankan dan menggerakkan partai tersebut.
"Tidak ada partai yang tidak baik. Semua punya visi untuk kesejahteraan masyarakat. Tinggal siapa yang mengemudikan dan siapa yang ada di dalamnya, itu kuncinya," tegas Putra Sedana.
(iws/iws)