detikBali

Singgung 100 Tahun RI, Muzani Ingatkan Mahasiswa Mengerti Konstitusi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Singgung 100 Tahun RI, Muzani Ingatkan Mahasiswa Mengerti Konstitusi


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Ketua MPR Ahmad Muzani saat memberikan kuliah umum di Institut Mpu Kuturan, Singaraja, Bali, Jumat (15/5/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Ketua MPR Ahmad Muzani saat memberikan kuliah umum di Institut Mpu Kuturan, Singaraja, Bali, Jumat (15/5/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Ketua MPR Ahmad Muzani bicara mengenai 100 tahun kemerdekaan RI pada 2045. Muzani menyebut generasi muda, khususnya mahasiswa, akan menjadi penentu arah bangsa di tengah ancaman geopolitik dunia yang semakin kompleks.

Hal itu diungkapkan Muzani saat memberikan kuliah umum kebangsaan di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Buleleng, Bali, Jumat (15/5/2026). Ia mengingatkan para mahasiswa sebagai penerus estafet kepemimpinan untuk memahami konstitusi, budaya bangsa, dan landasan bernegara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika Indonesia berumur 100 tahun, mahasiswa hari ini akan menjadi pemimpin bangsa. Karena itu saudara-saudara adalah tumpuan kita semua," ujar Muzani di hadapan para mahasiswa IMK Singaraja.

"Kami harus memastikan bahwa Indonesia 100 tahun yang akan datang jatuh kepada para pemimpin yang mengerti tentang dasar negara, konstitusi negara, dan budaya bangsa," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Muzani lalu mengulas perjuangan bangsa Indonesia sejak era penjajahan melalui solidaritas dan persatuan nasional. Menurutnya, semangat antipenjajahan pada awal 1900-an menjadi fondasi kebangsaan Indonesia.

"Kita dulu dipersatukan oleh rasa senasib karena dijajah Belanda. Setelah itu dipersatukan oleh bahasa Indonesia," kata Muzani.

"Bahasa Indonesia menjadi perekat kebangsaan kita. Pergi ke Papua, Sumatera, atau pedalaman Jawa sekalipun, orang tetap bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia," sambungnya.

Muzani juga menyinggung tantangan generasi muda di era digital saat ini. Ia meminta para mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadikan gawai sebagai alat peningkatan kualitas diri.

Soroti Geopolitik Global

Sebelumnya, Muzani turut menyoroti situasi geopolitik dunia yang semakin memanas dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyebut dunia sedang berada dalam fase penuh ancaman akibat perang dan ketegangan antarnegara yang terus meluas.

"Kita sekarang hidup dalam suasana yang berat. Geopolitik kita sekarang ini dalam suasana yang mengancam kehidupan kita semuanya. Perang di Timur Tengah, perang di Eropa, dan suasana ketegangan-ketegangan lain menyebabkan kehidupan kita makin sulit," kata Muzani.

Menurut Muzani, dampak konflik global tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat perang. Melainkan juga menghantam kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. kenaikan harga energi hingga kebutuhan pokok menjadi efek nyata dari instabilitas global.

"Perang telah melahirkan berbagai macam persoalan. Harga bensin naik yang menyebabkan harga-harga jadi naik. Perang telah menyebabkan kebutuhan-kebutuhan kita menjadi sulit, dan itu semua harus kita hadapi karena seluruh dunia menghadapi situasi itu," ujarnya.




(iws/iws)










Hide Ads