BPBD Tabanan dibantu TNI-Polri serta masyarakat membongkar gedung SDN 3 Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, yang ambruk pada Rabu (6/5/2026). Hanya saja proses perataan bangunan tidak berjalan maksimal karena masih dikerjakan secara manual atau menggunakan tenaga manusia.
Pantauan di lokasi, proses pembongkaran menggunakan tali tambang besar yang diikatkan di rangka atap. Kemudian tambang ditarik secara beramai-ramai.
Proses ini memakan waktu cukup lama. Sekitar tiga jam pengerjaan dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita, baru dua bangunan yang berhasil dirobohkan. Sementara ruang UKS dan satu ruangan kelas lainnya masih berdiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Made Sukanitera saat ditemui di lokasi mengatakan proses pembongkaran gedung secara menyeluruh tidak bisa dilakukan selama satu hari. Setelah berkoordinasi dengan pihak BPBD, disarankan untuk menggunakan alat berat agar memudahkan perobohan gedung.
"Hari pertama pembongkaran mengalami kendala karena ada bangunan yang strukturnya masih kokoh. Jadi disarankan menggunakan alat berat," ujar Sukanitera.
Pihaknya berharap proses perataan bangunan termasuk pengangkutan sisa material bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Sehingga tidak membahayakan para siswa dan guru.
Sementara, Kepala Sekolah SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana menambahkan untuk penggunaan alat berat pihaknya masih menunggu arahan dari BPBD. Termasuk kendaraan untuk mengangkut material bangunan juga sudah dibicarakan.
"Rencananya sebagian pagar sekolah akan kami robohkan juga untuk memudahkan alat berat masuk. Karena akses masuk ke halaman sekolah tidak memungkinkan," bebernya.
Meski dalam proses pengerjaan, pada Rabu tadi siswa kelas IV, V, dan VI tidak diliburkan. Sementara kelas I, II, dan III masih belajar secara daring.
"Hanya tadi pagi siswa masuk sebentar saja, kemudian kami pulangkan setelah menerima MBG," pungkasnya.
(hsa/hsa)










































