detikBali

Pria di China Hidup Lagi Setelah 'Meninggal' Hampir Dua Hari

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Pria di China Hidup Lagi Setelah 'Meninggal' Hampir Dua Hari


Nafilah Sri Sagita K. - detikBali

Treatment of a patient in critical condition in the ICU ward
Foto: Ilustrasi pasien dengan kondisi kritis di ICU. (iStock)
Bali -

Keajaiban medis terjadi di China. Seorang pasien laki-laki di sebuah rumah sakit dilaporkan hidup kembali setelah 'meninggal.' Hal itu merujuk pada kondisi detak jantung si pasien yang berhenti selama 40 jam atau hampir dua hari.

Dokter darurat Lu Xiao dari Second Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine melalui media sosialnya mengungkapkan pria berusia 40 tahun itu awalnya mengalami henti jantung. Meski telah dilakukan beberapa kali defibrilasi listrik, tim medis tidak menemukan adanya detak jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi kritis, dokter kemudian menggunakan teknologi Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) untuk mempertahankan fungsi tubuh pasien.

ECMO merupakan mesin penunjang hidup yang berfungsi menggantikan kerja jantung dan paru-paru. Alat ini bekerja dengan mengalirkan darah keluar tubuh, menambahkan oksigen, lalu mengembalikannya.

ADVERTISEMENT

Berkat alat tersebut, pasien berhasil bertahan meski jantungnya tidak berdetak selama hampir dua hari. Setelah beberapa waktu, detak jantung pasien akhirnya kembali. Ia kemudian tetap menjalani perawatan dengan ECMO selama sekitar 10 hari sebelum kondisinya berangsur membaik.

Dalam waktu sekitar 20 hari, pasien dilaporkan hampir pulih sepenuhnya. Ia bahkan bisa berjalan keluar dari rumah sakit tanpa mengalami efek samping serius seperti stroke atau gangguan organ.

Keajaiban Medis

Dokter Lu Xiao menyebut kasus ini sebagai hasil luar biasa dari kombinasi teknologi dan kerja keras tim medis. "Pasien ini sangat beruntung. Setiap keberhasilan pengobatan bergantung pada perkembangan medis, ketekunan tenaga kesehatan, dan juga faktor keberuntungan," ujarnya, dikutip dari SCMP, Sabtu (1/5/2026).

Kasus ini pun memicu perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menyebut pria tersebut seperti 'hidup kembali' setelah dinyatakan tanpa detak jantung dalam waktu lama. medis berpengalaman selama penggunaan alat tersebut.

Artikel ini sudah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads
LIVE