detikBali

Restorasi 23 Pura di Besakih Telan Anggaran Rp 203 Miliar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Restorasi 23 Pura di Besakih Telan Anggaran Rp 203 Miliar


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri peletakan batu pertama penataan area parahyangan kawasan suci Pura Agung Besakih, Jumat (1/5/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri peletakan batu pertama penataan area parahyangan kawasan suci Pura Agung Besakih, Jumat (1/5/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Sebanyak 23 pura di kawasan suci Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali, mulai direstorasi tahun ini. Anggaran penataan area parahyangan tersebut mencapai Rp 203 miliar yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung.

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peletakan batu pertama proyek penataan pura di kawasan suci Pura Agung Besakih, Jumat (1/5/2026). Prosesi dirangkai dengan upacara ngeruwak dan mulang dasar menurut tradisi Hindu di Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Koster mengatakan proyek penataan kali ini merupakan penataan tahap dua kawasan Pura Agung Besakih. Adapun, penataan tahap pertama telah dilakukan mencakup area parkir, kios pedagang, dan lainnya dengan anggaran mencapai Rp 911 miliar.

"Untuk penataan tahap kedua, kita lakukan restorasi terhadap bangunan pura yang ada di kawasan suci Besakih," kata Koster, Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

Koster mengungkapkan restorasi terhadap puluhan pura di Besakih dilakukan karena kondisinya sudah rusak, berlumut, hingga kayunya yang sudah rapuh. Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan tetap mempertahankan ciri khas bangunan terdahulu. Proyek ini ditargetkan rampung pada November mendatang.

"Saya sejak dulu, bahkan sebelum jadi gubernur, sudah punya keinginan untuk melakukan penataan di Pura Agung Besakih. Supaya seluruh kawasan suci yang ada di Pura Besakih tertata dengan baik dan bagus," ujar Koster.

Sementara itu, Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan sejumlah pura di kawasan suci Besakih sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Bahkan, dia berujar, ada bangunan pura yang terakhir kali diperbaiki 30 tahun silam.

"Kebanyakan bangunan pura yang sudah lama tidak diperbaiki kondisi atapnya sudah berlumut dan ada yang bocor. Begitu juga dengan kayu, penyengker, dan lainnya mengalami kerusakan. Dengan adanya penataan ini, kami sangat berterima kasih," ujar Widiartha.



(iws/iws)











Hide Ads