Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Nyoman S (57) dan Anak Agung Raka Wahyuni (37), pria dan wanita yang ditemukan tewas bunuh diri dengan minum obat rumput di lahan kosong atau tegalan Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, diduga pasangan selingkuh. Rumor itu beredar di kalangan tetangga. Pemberitaan sebelumnya, keduanya disebut pasangan suami istri (pasutri).
"Itu yang laki dan perempuan, mereka selingkuhan. Ya biasa manusia," kata salah seorang tetangga yang tak ingin disebut namanya saat ditemui detikBali di Jalan Banjar Timbul, Minggu (26/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikBali sempat menanyakan hubungan antara Nyoman S dan Wahyuni. Tetangga itu mengatakan S dan Wahyuni sudah punya keluarga sendiri.
Namun, dia enggan bercerita lebih jauh soal Nyoman S dan Wahyuni akhirnya jadi pasangan selingkuh. "Sudah cukup segitu saja," kata si tetangga.
Anak perempuan Nyoman S setali tiga uang. Dia enggan bercerita tentang hubungan ayahnya dengan tetangga sebelah.
"Maaf saya tidak bisa cerita banyak. Bapak sudah meninggal. Dari polisi juga kasusnya sudah ditutup," kata anak Nyoman S.
Jero Ratna, adik ipar Wahyuni, mengatakan kakaknya sudah lama tinggal bertetangga dengan Nyoman S. Selama itu, tidak pernah diceritakan hubungan antara Wahyuni dan Nyoman S.
Begitu pula beberapa hari sebelum ditemukan tewas tergeletak di lahan kosong itu. Ratna mengatakan, tidak ada gelagat aneh yang ditunjukkan iparnya sebelum ditemukan tewas bunuh diri.
"Nggak ada yang aneh. Biasa saja," kata Ratna.
Wahyuni berangkat dari rumah ke lahan kosong itu pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Wahyuni bermaksud mencari kayu bakar di lahan miliknya itu.
Namun, hingga pukul 12.30 Wita, suami Wahyuni mulai khawatir karena Ratna tak kunjung pulang. Nahas, saat si suami menyusul ke lahan kosong itu justru menemukan istrinya tergeletak tak bernyawa.
"Karena lama nggak pulang, sama suaminya dicariin. Ternyata sudah meninggal," terang Ratna.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita mengatakan pemicu dua orang itu bunuh diri belum dipastikan. "Masih diselidiki Polsek Tegallalang," kata Suardita.