detikBali

Kelurahan Sanur Tangkap Pembuang Sampah Liar, Pelaku Disergap Saat Dini Hari

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kelurahan Sanur Tangkap Pembuang Sampah Liar, Pelaku Disergap Saat Dini Hari


Maria Christabel DK - detikBali

Pembuang sampah liar di Kelurahan Sanur saat disergap pada Kamis (23/4/2026) dini hari. (Dok. Kelurahan Sanur)
Foto: Pembuang sampah liar di Kelurahan Sanur saat disergap pada Kamis (23/4/2026) dini hari. (Dok. Kelurahan Sanur)
Badung -

Kelurahan Sanur melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menangkap pembuang sampah liar, Kamis (23/4/2026) dini hari. Pelaku tertangkap dari pantauan kamera pengawas Kelurahan Sanur yang dipasang dekat Warung Mega Sanur sekitar pukul 04.47 Wita.

Pelaku dalam rekaman closed-circuit television (CCTV) terlihat menggunakan motor untuk membawa sampah terbungkus dalam dua kresek ukuran sedang. Setelah itu, pelaku langsung menumpuk sampah di atas sampah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum sempat pergi, pelaku langsung disergap langsung oleh Ketua Lingkungan Banjar Sindu Kelod. Setelah diberi arahan, pelaku terlihat memberikan gestur mohon maaf dengan tangan terkatup dan langsung mengambil kembali sampah yang dibuang.

"Karena sudah ada yang buang sampah, dia ikut-ikutan. Yang jelas mereka nggak ikut swakelola, jadi dia buang sampah sembarangan," tutur Ketua Lingkungan Banjar Sindu Kelod, Made Sukadana, ketika diwawancarai detikBali, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sukadana menerangkan tindakan tidak berhenti langsung di tempat pembuangan. Tindakan tegas langsung diambil dengan mendatangi kos hingga pemilik kos. Pelaku juga bersedia menandatangani surat pernyataan tidak akan membuang sampah sembarangan. Jika perbuatan itu terulang, Kelurahan Sanur akan menyerahkan pelaku ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Denpasar.

Pembuang Sampah Liar Marak

Pembuangan sampah liar di Kelurahan Sanur bukan yang pertama kalinya. Sebelum kejadian ini, telah ditemukan empat orang pelaku sampah liar di Banjar Sindhu Kelod. Walhasil, total ada lima kejadian pembuangan sampah liar yang ditemukan Kelurahan Sanur. Sebanyak empat dari lima pelaku merupakan warga penghuni kos.

Maraknya pembuangan sampah liar membuat Kelurahan Sanur mesti melakukan sidak. Upaya sidak terhadap pembuangan sampah liar telah dilakukan sejak mencuatnya kabar penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung. Selain tim dari Banjar Sindu Kelod, sidak juga melibatkan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Sidak dilakukan dengan menyesuaikan waktu aktivitas warga saat membuang sampah.

"Kemarin saya coba di sore jam 18.00 Wita sampai jam 00.00 Wita. Cuma menemukan dua orang penghuni kos dengan satu kresek kecil. Kemudian, kami pelajari jadi malam, jam 20.00 Wita atau jam 22.00 Wita. Terus dari CCTV kita pelajari lagi rata-rata pagi jam 04.00-05.00 Wita," jelas Sukadana.

Sukadana menegaskan Kelurahan Sanur berkomitmen untuk tetap menerapkan sidak hingga pelanggaran sampah tidak lagi ditemukan. Selain soal sampah liar, Kelurahan Sanur juga menerima keluhan atas aktivitas pembakaran sampah yang mengganggu. Masyarakat yang ingin menyampaikan laporan bisa melalui Instagram @kelurahansanur.

Edukasi Warga

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Kebersihan Kelurahan Sanur, Ida Ayu Mas Suryaningsih, mengungkapkan tengah berupaya mengedukasi masyarakat soal sampah. Kelurahan Sanur juga membagikan composter bag kepada 2.693 kepala keluarga (KK) sembilan lingkungan.

"Ini bertahap ya. Dari sembilan wilayah yang sudah Sindu Kaja, sekarang giliran Banjar Sindu Kelod. Kalau sudah dikirim ke sini, kami langsung bagikan. Kalau belum, ya ditunda lagi," tutur Suryaningsih.

Menurut Suryaningsih, jeda antara pembagian composter bag dengan yang sebelumnya sekitar satu bulan. Hal itu disebabkan karena keterlambatan produksi dari pabrik. "Tetapi, Juni nanti diperkirakan sudah selesai," terangnya.

"Sejauh ini nggak ada (warga protes soal sampah). Kalau pun ada, biasanya kami hubungi dahulu pihak swakelolanya. Kalau nggak bisa, ya kami anjurkan kami bawa sampahnya ke TPS3R Sanur Kauh, tetap wajib pemilahan," imbuh Suryaningsih.



(hsa/hsa)









Hide Ads