detikBali
Internasional

Terungkap Percakapan Xi Jinping-Putra Mahkota Arab Saudi soal Selat Hormuz

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Terungkap Percakapan Xi Jinping-Putra Mahkota Arab Saudi soal Selat Hormuz


Ilyas Fadilah - detikBali

Presiden China Xi Jinping menghadiri KTT China-Arab di Riyadh, Jumat (9/12/2022) lalu. Xi Jinping sempat foto bersama para pemimpin Arab di sela-sela KTT.
Presiden China Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (Foto: Saudi Press Agency via AP)
Denpasar -

Presiden China Xi Jinping bicara lewat telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Dalam percakapan tersebut, Xi Jinping menyerukan agar jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap dibuka.

Dilansir dari detikFinance pada Selasa (21/4/2026), percakapan Xi Jinping dengan Putra Mahkota Arab Saudi terjadi setelah pertemuannya di Beijing pekan lalu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi. Kala itu, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk pelayaran normal, karena hal ini menjadi kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional," ujar Xi, seperti dilaporkan Reuters, Senin (20/4).

Xi menyatakan China mendukung negara-negara Timur Tengah untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Ia juga mendorong stabilitas dan perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Selain itu, China menyatakan kekhawatiran atas kembali meningkatnya ketidakstabilan di sekitar jalur strategis tersebut. Gencatan senjata AS-Iran menghadapi tekanan baru menyusul penyitaan kapal kargo Iran oleh AS dan sinyal dari Teheran yang belum bersedia mengikuti pembicaraan damai baru.

Diketahui, China merupakan pembeli utama minyak mentah Iran. Iran sendiri telah menutup sebagian besar jalur selat bagi kapal selain miliknya sejak perang dimulai oleh AS dan Israel pada Februari lalu. Sementara itu, Washington memberlakukan blokade terhadap kapal Iran sejak pekan lalu.

China mendorong gencatan senjata segera dan menyeluruh serta menekankan penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomatik. Kementerian Luar Negeri China mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads