Abrasi di pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, semakin parah. Sejumlah warga yang bertahan di kawasan pesisir itu diselimuti rasa cemas sembari berharap pemerintah segera turun tangan membuatkan tanggul.
"Saya di sini terpaksa karena jualan. Kalau malam tidak berani tidur di sini. Saya mengungsi di rumah orang tua," kata warga di Pantai Monggalan, I Dewa Raka (68), saat ditemui detikBali, Minggu (19/4/2026).
Menurut Raka, luas pesisir yang tergerus abrasi terus bertambah, terutama saat air pasang. Ia pun menunjukkan lahan dan rumahnya yang sudah tenggelam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu rumah saya di pelampung itu. Dalam dua setengah tahun, sudah banyak yang habis. Kalau tidak dibuat tanggul, ini bisa habis semua," imbuh Raka sembari menunjuk deretan rumah di bibir pantai yang belum terdampak abrasi.
Raka sendiri menempati salah satu rumah milik seorang warga yang sudah pindah. Rumah itu terletak persis di bibir pantai yang terus terkikis abrasi. Ia menempati halaman samping rumah itu untuk berjualan. Raka juga menjadi buruh angkut barang yang akan dikirim ke Nusa Penida.
"Kalau sudah malam, mana berani. Siang saja tetap cemas. Kalau pasang datang, jualan saya bisa habis. Rugi sudah jadinya," ujar Raka.
Pantauan detikBali, puing-puing rumah terakhir yang disapu abrasi masih tergeletak di bibir pantai. Seolah menunggu ditelan ombak. Sekitar 20 meter dari sana, ombak pantai terlihat terus menyapu akar sebuah pohon ketapang menjulang.
"Daunnya sudah kuning semua. Sebagian sudah mati," ujar Raka.
Tunggu Realisasi Janji Bedah Rumah
Sembari mencemaskan kondisi lahan tempatnya mencari penghidupan, Raka juga menanti bantuan bedah rumah yang dijanjikan pemerintah. Raka sudah menyiapkan lahan untuk bantuan pembangunan tempat tinggal.
"Semoga tahun ini jadi dibuatkan rumah," harapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung telah merencanakan relokasi warga terdampak abrasi. Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menegaskan hal itu saat rapat rencana relokasi warga korban abrasi pada 10 April lalu.
"Kondisi di Pantai Monggalan sudah sangat parah akibat abrasi. Kami mengambil langkah cepat untuk melokalisir warga ke tempat yang lebih aman dan nyaman, agar mereka segera memiliki hunian yang layak," kata Surya.
Sebelumnya, Perbekel Desa Kusamba Nengah Semadi Adnyana mengatakan ada sebanyak 12 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh abrasi di Monggalan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 KK tidak memiliki lahan pribadi untuk mendapat bantuan bedah rumah.
"Ketujuh keluarga ini yang akan diprioritaskan untuk segera menempati di Rumah Deret Santhi Rahayu di Desa Sulang," terang Semadi.
(iws/iws)