detikBali

Penjahit Viral di Badung gegara Ucapan SARA Minta Maaf

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Penjahit Viral di Badung gegara Ucapan SARA Minta Maaf


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Potongan unggahan akun FB Buk Sintya Tailor, Sabtu (19/7/2026).
Foto: Potongan unggahan akun FB Buk Sintya Tailor, Sabtu (19/7/2026). (Dok. FB Buk Sintya Tailor)
Badung -

Pemilik usaha jahit Sintya Tailor di Sibangkaja, Badung, Ni Made Tiadnyani alias Bu Sintya, meminta maaf melalui akun Facebook pribadinya. Klarifikasi ini disampaikan setelah video dirinya terlibat cekcok dengan pelanggan hingga melontarkan kalimat hinaan bermuatan suku, agama, ras, antargolonggan (SARA) viral di media sosial.

"Tiang (saya) minta maaf dan ampura (mohon maaf) sareng semeton sareng sami (kepada saudara sekalian) kalau ada salah dengan pelanggan. Tiang tidak pernah mengejek dan menghina sesama orang Bali maupun orang luar Bali sedunia se-Indonesia," tulis Tiadnyani dalam unggahan status terbarunya, Minggu pagi (19/7/2026).

Masih di akun Facebook-nya, perempuan yang akrab disapa Bu Sintya ini, mengunggah beberapa curhatannya terkait kejadian viral tersebut sejak Jumat (17/7) hingga Sabtu kemarin. Ia juga meminta agar para pelanggan tidak bertindak keras serta kasar kepada dirinya saat bertransaksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berharap pelanggan bisa lebih sabar memberikan waktu menyelesaikan sisa pekerjaan lain. "Kalau tiang bilang tunggu 25-30 menit, tiang mohon sabar dan tenang duduk dulu, jangan juga mencaci maki tiang. Dicaci maki anak ABG itu tiang kesal dan kecewa, kayak buruh apa tiang tidak boleh makan dan istirahat," keluh Bu Sintya dalam unggahan tersebut.

Di akhir tulisan tersebut, ia juga menceritakan selama menjalankan usaha yang dirintisnya sejak 2006 silam, sering mendapatkan kekecewaan dari pelanggan, tapi berusaha sabar. "Kalo ada pelanggan dak puas tiang minta maaf maaf maaf ampuro nggih," tulisnya.

ADVERTISEMENT

"Rahayu, semeton pelanggan Sintya Tailor yang kurang puas, tiang (saya) minta maaf yang sebesar-besarnya. Ampura (mohon maaf), tiang tidak ada maksud mengejek atau menghina orang sama sekali," tulis dia di unggahan lain.

Sebelumnya, pemilik Sintya Tailor ini buka suara setelah videonya ribut dengan pelanggan perempuannya di Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, viral di jagat maya. Ia juga mengakui telah melontarkan kata-kata kasar saat berselisih dengan pelanggan yang keluar secara spontan terbawa emosi.

"Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu tapi murni ada penyebabnya," ujar dia saat ditemui detikBali, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengakui ada keterlambatan pengerjaan pesanan sesuai dengan yang terjadi di video viral tersebut. Perempuan tersebut, kata Sintya, membawa tiga setel kemeja kerja pria yang disebut milik pacar yang bersangkutan, serta satu kemeja kerja milik perempuan itu sendiri.

Pesanan itu, kata Sintya, sudah dikerjakan bertahap. Namun beberapa baju yang semestinya diservis, diakui belum sempat dikerjakan karena banyaknya pesanan kebaya yang menumpuk.

"Istilahnya ada saja yang ketinggalan. Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu dah, saya kerjakan," lanjutnya.

Ia juga memaparkan total biaya pengerjaan untuk tiga baju milik kekasih pelanggan tersebut sebenarnya mencapai Rp 75.000. Yang mana biaya servis berupa potong dan perbaikan jahit masing-masing Rp 25.000, sedangkan milik si pelanggan perempuan hanya Rp 10.000.

"Punya pacarnya itu tiga baju untuk mengecilkan badan dan potong bagian bawah karena kepanjangan, ongkosnya Rp 25.000 per baju. Sementara yang cewek itu servis pasang kancing yang lepas aja harga Rp10.000," rinci Sintya.

Sementara itu, Sintya menyadari amarahnya hingga melontarkan kata kasar dan berbau SARA hanya spontan akibat kekesalannya.

Sesaat setelah cekcok itu, Sintya mengaku bertemu pacar perempuan itu dan saling bermaafan. Ketika itulah, Bu Sintya langsung menyerahkan kemeja yang sudah diservis, bahkan satu kemeja milik pelanggan perempuan belum diambil hingga kini.

"Saya sudah minta maaf ke pacarnya, begitu sebaliknya. Tapi yang bersangkutan pergi duluan. Saya bilang, saya nggak ada siram pakai air sisa makanan ke ceweknya itu. Saya bilang, kalau saya siram, bajunya pasti basah. Tapi di video, saya dituduh menyiram," tuturnya.

Rekaman video yang menunjukkan Sintya marah-marah beredar luas setelah diviralkan oleh akun Instagram @hiddenbhylda. Dia melontarkan beragam hinaan hingga merendahkan salah satu suku. Tak cuma itu, Sintya juga melontarkan ancaman pembunuhan kepada pelanggannya itu.

Akun tersebut menarasikan Sintya Tailor beberapa kali tak menepati janji penjahitan baju hingga terakhir kali ia menagih, terjadi keributan seperti rekaman video itu.



(hsa/dpw)











Hide Ads
LIVE