detikBali
Internasional

Uni Eropa Desak Iran Batalkan Rencana Pungutan Transit di Selat Hormuz

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Uni Eropa Desak Iran Batalkan Rencana Pungutan Transit di Selat Hormuz


Rita Uli Hutapea - detikBali

FILE PHOTO: A map showing the Strait of Hormuz is seen in this illustration taken June 22, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Foto: Ilustrasi Selat Hormuz. (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta -

Uni Eropa mendesak Iran membatalkan rencana untuk melakukan pungutan kepada kapal yang transit di Selat Hormuz. Desakan ini disampaikan Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas.

"Berdasarkan hukum internasional, transit melalui jalur air, seperti Selat Hormuz, harus tetap terbuka dan gratis," tulis Kallas dalam sebuah unggahan di media sosial X, dilansir detikNews, Sabtu (18/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Skema pembayaran untuk transit apa pun akan menciptakan preseden berbahaya bagi jalur maritim global. Iran harus membatalkan rencana apa pun untuk mengenakan biaya transit," imbuh Kallas.

Kallas mengatakan Eropa akan berperan dalam memulihkan arus bebas energi dan perdagangan setelah gencatan senjata di kawasan itu berlaku.

ADVERTISEMENT

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan pihaknya dapat membantu melalui berbagi data satelit dan dengan memperkuat misi angkatan laut Aspides yang saat ini beroperasi di Laut Merah. Hal itu diungkapkan Leyen melalui unggah terpisah di X.

Iran dilaporkan akan mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS (Rp 34 miliar) per kapal yang melewati Selat Hormuz. Menurut kantor berita Iran, Tasnim, dana tersebut akan dialokasikan untuk rekonstruksi Iran yang mengalami kerusakan akibat serangan AS-Israel.

Sebelumnya, Iran praktis menutup Selat Hormuz sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, dengan data pelacakan maritim menunjukkan hanya sekitar 5% dari volume pengiriman sebelum perang yang berhasil melewatinya.

Beberapa kapal tanker berhasil melewatinya, seperti milik Pakistan dan India yang telah bernegosiasi dengan Iran untuk menjamin jalur pelayaran bagi beberapa kapal.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads