detikBali

Dekranasda Gianyar Gelar Grand Final Lomba Fashion-Silver Jewellery Design

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dekranasda Gianyar Gelar Grand Final Lomba Fashion-Silver Jewellery Design


Sui Suadnyana, Aryo Mahendro - detikBali

Para pemenanng lomba menerima penghargaan dari Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani di Balai Budaya Gianyar, Minggu (12/4/2026). (Dok Pemkab Gianyar)
Foto: Para pemenanng lomba menerima penghargaan dari Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani di Balai Budaya Gianyar, Minggu (12/4/2026). (Dok Pemkab Gianyar)
Gianyar -

Lomba fashion design (desain busana) dan silver jewellery design (desain perhiasan perak) yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gianyar telah memasuki babak final pada Minggu (12/4/2026). Babak final lomba yang digelar meriah di Open Stage Balai Budaya Gianyar diikuti 13 desainer busana dan 10 desainer perhiasan perak.

"Grand final lomba fashion design adalah bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-255 Kota Gianyar," kata Ketua Dekranasda Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani, dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adnyani mengatakan semua finalis lomba di kategori desain busana dan desain perhiasan perak menampilkan buah karya terbaiknya. Karya mereka ditampilkan sejumlah model yang unjuk gigi di atas panggung.

Selama ditampilkan para model, karya para finalis dinilai oleh para juri. Busana dan perhiasan perak karya para finalis lomba dinilai dewan juri yang berkompeten di bidang busana, seperti Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, Sri Utami, dan Komang Tri Darmaja.

ADVERTISEMENT

"Seluruh peserta lomba, tidak hanya dari Gianyar, ini membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi para desainer sangat berkembang dan memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat yang lebih luas," terang Adnyani.

Peraih Juara pertama kategori desain busana diperoleh oleh Ni Wayan Essya Putri Rahayu berasal dari Banjar Cemenggaon Sukawati. Juara kedua diperoleh oleh Putu Iga Widania berasal dari Banjar Perangsada Blahbatuh. Posisi ketiga diperoleh oleh Desak Made Diah Sekar Rini berasal dari Lingkungan Kelod Kauh Gianyar.

Selanjutnya, juara harapan pertama desain busana diperoleh I Made Wiyana dari Banjar Dentiyis Sukawati, dan juara harapan kedua diperoleh Luh Arya Bunga Praba Wati dari Banjar Dinas Lebah Siung, Buleleng. Kemudian, juara harapan ketiga diperoleh oleh Kadek Dwi Melinda Putri dari Banjar Dinas Asah, Buleleng.

Pada kategori desain perhiasan perak juara pertama diperoleh I Made Rudi Artha dari Banjar Apuan Kelod, Bangli. Juara kedua diperoleh oleh I Wayan Adi Samara Putra dari Banjar Celuk, Sukawati, dan juara ketiga diperoleh oleh I Komang Ari Budiarta berasal dari Banjar Celuk.

Juara harapan pertama desain perhiasan perak diraih Putu Ayu Nadya Pradnyagita dari Jalan WR Supratman, Denpasar. Juara harapan kedua diperoleh I Wayan Balik Musjana asal Banjar Cemenggaon, Sukawati. Terakhir, juara harapan ketiga diperoleh I Nyoman Rupadana berasal dari Banjar Celuk, Sukawati.

"Dalam acara tersebut juga terdapat penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk masing-masing peserta dan juara desain busana dan desain kerajinan perak. Dan juga terdapat fashion show dari peserta busana PAUD," ungkap Adnyani.

Putri Rahayu, juara pertama di kategori desain busana, mengatakan busana yang ditampilkan berjudul Bhuana Puspa Hrdaya. Karya tersebut mengambil inspirasi dari kegiatan mepeed di Kecamatan Sukawati yang diimplementasi ke dalam karyanya.

"Saya sangat senang mengikuti lomba ini dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar sebagai desainer muda diberikan wadah berekspresi dan berkarya," kata Putri Rahayu.




(hsa/hsa)










Hide Ads