Daftar Isi
Masalah penanganan sampah di Pulau Dewata kian kompleks. Kondisi ini semakin diperparah dengan penghentian pengiriman sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, per 1 April 2026.
Masyarakat Bali pun dituntut mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan sampah secara mandiri. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengurangi penggunaan plastik hingga membakar sampah.
Seperti diketahui, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk tanaman. Penanganan sampah organik di tingkat rumah tangga juga dapat dilakukan dengan berbagai metode sederhana yang praktis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak tiga cara mudah untuk mengolah sampah organik yang bisa Anda terapkan di rumah berikut ini.
Pupuk Cair Organik (Eco Enzyme)
Eco enzyme atau pupuk cair organik merupakan metode pengolahan limbah yang memanfaatkan kulit buah dan sayur secara ramah lingkungan. Proses ini menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, pengendali hama, sekaligus penyubur tanah.
Sementara itu, ampasnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos. Berikut cara membuat eco enzyme berbahan sampah organik.
Siswa memperagakan pembuatan eco-enzyme. Foto: Ni Komang Ayu Leona Wirawan/detikBali |
Bahan
- Kulit buah atau sayur (jeruk, nanas, apel, dll.)
- Gula merah/gula aren/tetes tebu murni
- Air bersih
Cara membuat
- Siapkan wadah plastik bertutup
- Siapkan potongan kulit buah atau sayur
- Campurkan semua bahan dengan perbandingan 1 : 3 : 10 (gula : sampah organik : air)
- Aduk hingga tercampur merata
- Tutup wadah, namun jangan terlalu rapat agar gas dari hasil fermentasi dapat keluar
- Simpan di tempat yang sejuk, teduh, dan tidak terkena sinar matahari selama ±3 bulan
- Pada minggu pertama, buka tutup wadah setiap hari untuk melepaskan gas yang tersisa. Setelah itu, cukup lakukan seminggu sekali
- Setelah tiga bulan, saring cairan hasil fermentasi dan tuangkan ke dalam botol bersih
- Eco enzyme siap digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga
Biopori atau Teba Modern
Jika Anda memiliki pekarangan rumah yang cukup luas, metode biopori dapat menjadi pilihan untuk mengolah sampah organik dengan teknik resapan air. Di Bali, metode biopori ini juga dikenal dengan istilah teba modern.
Selain membantu mempercepat proses penguraian secara alami, metode ini juga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Berikut cara membuat biopori untuk menangani sampah organik di rumah.
Sampah organik dimasukkan ke teba modern di Denpasar, Bali. Foto: dok. DLHK Kota Denpasar |
Alat dan bahan
- Bor tanah atau linggis
- Pipa PVC (opsional)
- Penutup lubang (bisa dibuat dari pipa, jaring atau penutup khusus lainnya)
- Limbah sampah organik (daun kering, sisa makanan, dll.)
Cara membuat
- Tentukan lokasi di tanah terbuka (bisa di halaman atau kebun rumah)
- Buat lubang vertikal dengan diameter dan kedalaman sesuai kebutuhan
- Pasang pipa PVC di dalam lubang agar dinding tidak mudah runtuh
- Masukkan sampah organik ke dalam lubang hingga penuh
- Tutup bagian atas lubang untuk mencegah masuknya benda lain
- Pastikan lubang tidak tersumbat agar air tetap dapat meresap dengan baik
- Biopori siap digunakan dengan catatan perlu diperiksa secara berkala agar tetap optimal dalam jangka panjang
Pakan Ternak
Sebagian besar sampah organik seperti sisa sayur, buah, atau nasi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Cara ini membantu mengurangi limbah dapur sekaligus menghemat biaya pakan.
Namun, penting untuk memastikan bahwa sisa makanan masih layak, tidak basi, serta tidak mengandung bahan berbahaya bagi hewan. Berikut cara mengolah sampah organik menjadi pakan ternak.
Bahan
- Sisa buah atau sayur (apel, pisang, pepaya, wortel, bayam, kol, dll.)
- Nasi sisa (opsional)
- Air secukupnya (opsional)
Cara membuat
- Pilih sisa makanan yang masih layak dan tidak busuk atau berjamur
- Cuci bersih sisa sayur dan buah untuk menghilangkan kotoran
- Cincang atau potong bahan menjadi ukuran kecil
- Campurkan dengan nasi sisa yang belum basi
- Pakan dapat langsung diberikan atau disimpan dalam wadah tertutup untuk penggunaan jangka pendek (1-2 hari).
Nah, itulah beberapa cara mudah mengolah sampah organik yang dapat Anda terapkan secara mandiri di rumah. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(iws/iws)












































